Berita

Pangan/net

Bisnis

Sidak Pasar Palmerah, Komisi IV DPR: Harga Pangan Stabil

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 02:03 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi IV DPR Roem Kono melakukan sidak ke Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, kemarin. Politisi Golkar ini mengaku senang, karena harga pangan stabil. Dia pun tak ragu memberikan apresiasi ke Pemerintah atas stabilnya harga pangan itu.

“Setelah melihat sendiri dan berbincang secara langsung dengan beberapa pedagang di Pasar Palmerah ini, saya senang karena rata-rata dari mereka mengatakan bahwa harga bahan-bahan makanan seperti beras, bawang, cabe, daging, dan ikan relatif stabil. Artinya, harga yang mereka terima dan mereka berikan tidak berbeda seperti saat Idulfitri lalu. Ini sebuah hal yang sangat positif dan patut diapresiasi,” ujarnya kepada wartawan, usai sidak, Kamis (21/9).

Roem Kono sempat khawatir akan ada kenaikan harga pangan akibat kekeringan yang melanda di sejumlah daerah. Dia bersyukur, ternyata kekeringan itu tidak memengaruhi harga kebutuhan pokok. Malahan, harga beberapa bahan pokok cenderung turun. Contohnya, harga cabe keriting yang sebelumnya mencapai Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 25.000 per kilogram. Bawang merah juga demikian, dari Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram.


"Saya sudah melihat langsung di pasar. Kita membaca bahwa ada banyak komoditi pangan yang harganya turun seperti bawang merah dan cabe. Ternyata, memang kenyataannya hampir semua barang itu turun," sambungnya.

Dalam sidak itu, Roem Kono juga menyerap aspirasi dari beberapa pedagang terkait masuknya beberapa komoditi dari negara lain. Seperti impor bawang putih dan impor garam beberapa waktu lalu. Para pedagang khawatir hal tersebut akan kembali memunculkan gejolak di masyarakat, pedagang, dan juga petani. Para pedagang ingin hal tersebut sebisa mungkin diantisipasi sejak dini.

Terkait hal tersebut, Roem Kono menganggap perlunya sebuah Badan Pangan Nasional untuk terus mengontrol ketersediaan bahan pangan di masyarakat. Dasar pembentuan badan pangan itu jelas, yaitu UU Nomor 18/2012 tentang Pangan. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada Peraturan Pemerintah (PP) sebagai petunjuk teknis Undang-Undang tersebut, termasuk pembentukan Badan Pangan Nasional.

Dia pun berharap, Pemerintah bisa segera membuat turunan Undang-Undang itu dan membentuk Badan Pangan Nasional.

"Ini penting diwujudkan karena Undang-Undang ini sudah 5 tahun berjalan," pintanya.

Dia tidak ingin Pemerintah terus bertumpu pada Satgas Pangan untuk menstabilkan harga. Sebab, Satga yang melibatkan TNI dan berbagai kementerian terkait tersebut sifatnya hanya sementara. Menurut dia, yang harus permanen adalah Badan Pangan Nasional, karena diamanatkan Undang-Undang Pangan.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya