Berita

Net

Nusantara

Kasus Obat PCC Fenomena Gunung Es

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 21:50 WIB | LAPORAN:

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus penyalahgunaan tablet PCC (paracetamol, caffein, carisoprodol) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu sebagai fenomena gunung es.

"Kejadian ini tidak akan langsung berhenti. Karena yang muncul di permukaan saat ini hanya bagai femomena gunung es," kata anggota KPAI Sitti Hikmawati kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/9).

Menurut Hikmawati, pihaknya terus mengali faktor penyebab kasus yang menimpa anak-anak dan remaja itu dengan berkoordinasi bersama pihak terkait.


"Kami perkirakan masih akan berlanjut, karena kejadian kemarin tidak serta merta langsung selesai," ujarnya.

Penelusuran KPAI, beberapa anak yang menjadi korban penyalahgunaan tablet PCC di Kendari karena pengaruh lingkungan dan dari diri anak itu sendiri.

"Kami sudah menemui beberapa korban dan keluarganya. Penyebab sudah diketahui kemudian kami rangkum menjadi saran solusi bagi pemerintah daerah untuk menjadi pertimbangan dalam mengeluarkan kebijakan," jelas Hikmawati.  

KPAI juga mengapresiasi kinerja Rumah Sakit Jiwa Kendari bisa berbuat maksimal melakukan penanganan puluhan korban penyalahgunaan tablet PCC, meski dengan keterbatasan.

"Yang harus menjadi perhatian pemerintah bahwa sebagian korban PCC itu dari keluarga tidak mampu. Sehingga perlu ada kebijakan pembebasan biaya perawatan atau ditanggung oleh pemerintah," imbuh Hikmawati.

Pada 12-15 September lalu puluhan anak dan remaja Kendari dilarikan ke rumah sakit karena menderita kelainan kejiwaan akibat penyalahgunaan tablet PCC. BNN Kendari mencatat 80 orang yang menjadi korban tablet PCC, satu diantaranya meninggal dunia. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya