Berita

Politik

Seputar Komunisme

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 21:38 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

KOMUNISME adalah ideologi politik. Selalu diasosiasikan dengan rezim-rezim kejam. Misalnya USSR, Yugoslavia, Kamboja, East German, Tiongkok, Korut dan Kuba. In fact, ngga ada rezim komunis dunia yang bisa dijadikan role-model pemerintahan yang baik.

Komunisme identik dengan limited personal freedom, diktatorial, dan police state. Kebebasan sipil ditindas. Sejarah dunia memperlihatkan negeri-negeri komunis selalu menggunakan brutal tactics dan opresi. Ideologi komunis sederhananya adalah utopia. Kaum komunis memimpikan sebuah masyarakat tanpa kelas, tanpa negara, sama rata sama rasa.

Karl Marx, dalam Manifesto Komunis, menyatakan komunis mesti merebut kekuasaan dan overthrow all governments. Cara mengambil kekuasaan itu, ngga bisa dengan cara baik-baik. Mesti dengan cara revolusi.


For that purpose, Vladimir Lenin menegaskan bahwa revolusi komunis harus dipimpin "vanguard of professional revolutionaries": men and women who are fully dedicated to the communist cause. Mereka ini merupakan inti (the nucleus) dari gerakan revolusioner.

Orang-orang macam Alimin, Musso, Tan Malaka, Tan Ling Djie, Nyoto, Aidit, Sudisman, Oloan Hutapea dan sebagainya adalah contoh profesional revolusioner komunis Indonesia.

"Keturunan ideologis" lebih berbahaya dari anak-anak biologis. Mayoritas keluarga PKI kapok, alami trauma pasca kudeta yang gagal di tahun 1965.

Para petualang komunis modern belajar sejarah, filsafat, rata-rata ikut gerakan reformasi, kuliah di Inggris, jadi jurnalist, bikin Marx House, muncul di televisi, menghasut di medsos, gemar bersiul di twitter, dan pro Ahok. Mereka adopsi taktik DN Aidit: berkedok "pancasilais".

Generasi komunis milenial ini ngga kehilangan ciri khas utopia Karl Marx. Mereka ngimpi jadi agitator-cum-propagandis hebat seperti Lenin, Rosa Luxeburg, Mao Zedong dan Che Guevara. Mereka bilang itu keren.

For Indonesia, komunis telah melakukan variasi eksprimental. Tentunya, dalam rangka merebut kekuasaan. Mereka pernah coba masuk parlemen, ikut pemilu 1955, menunggangi presiden, infiltrasi militer, dan perjuangan bersenjata (perjuta). Semuanya gagal total.

Dalam petualangan itu, mereka ngga ragu merilis perang saudara. Di mana-mana begitu. Lenin mengeksekusi seluruh keluarga Romanov. Tanggal 16-17 Juli 1918, Kaisar Nicholas II, Tsarina Alexandra dan lima anak mereka (Olga, Tatiana, Maria, Anastasia, Alexei) ditembak, dibayonet dan digebuk pake kayu sampe mati.

Di Jakarta, 6 Jenderal dibunuh. Komunis di Indonesia termasuk canggih. Zig zag, manuver, avonturir mereka bersifat spesial. Ngga ditemukan referensinya di negeri komunis lain. Taktik DN Aidit adalah bentuk Biro Khusus, pengaruhi presiden, dan ambil alih angkatan perang. Praxisnya, eliminir jenderal-jenderal anti komunis. Fitnah dulu para jenderal itu. Cara ini simple, short cut, dan low budget.

Entah zig zag apa lagi yang sedang disiapkan komunis milenial Indonesia. Mereka pake HAM sebagai kedok. Berisik soal pemutaran film Penghianatan G30S/PKI. Bagi saya, bila kelompok Pro PKI-Anti TNI menentang pemutaran film, maka justru TNI mesti menggalakan agenda ini. Mereka freak out.

Apa pun kata mereka, "Emangnya gua pikirin". Begitu kata Panglima Gatot Nurmantyo. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya