Berita

Foto/Dompet Dhuafa

Nusantara

Saat Ini, Dompet Dhuafa Fokus Tangani Kesehatan Ibu Dan Bayi Pengungsi Rohingya

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 12:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kondisi ratusan ratusan ribu masyarakat etnis Rohingya asal Myanmar yang menempati tenda pengungsian di wilayah Cox's Bazar, Bangladesh, kian memprihatinkan.

Dengan segala keterbatasan di tengah kondisi cuaca dan medan yang ada, mereka semakin tidak mendapatkan ruang untuk beristirahat yang layak. Sehingga banyak dari mereka terkena penyakit dan kondisi fisik yang terus menurun.

Hal ini mendorong beberapa lembaga melalui perwakilan anggota Indonesia Humanitarian Alliance (IHA) menerjunkan tim kemanusiaan yang berasal dari berbagai NGO Indonesia di Bangladesh.


IHA telah menyusun rencana kerja yang terukur, salah satunya berupa meningkatkan fokus bantuan kepada new born baby dan ibu melahirkan yang berada di pengungsian. Kurun enam bulan terakhir, 150 bayi lahir dalam kondisi yang memprihatinkan di tenda pengungsian setiap bulannya, di tenda darurat atau di shelter di pinggiran hutan. Hal ini diyakini akan terus bertambah besar jumlahnya. Termasuk upaya memberikan dukungan ketersediaan air bersih, sanitasi maupun shelter tambahan.

Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, Imam Rulyawan mengungkapkan, melihat krisis kemanusiaan yang menimpa ratusan ribu pengungsi etnis Rohingya, Dompet Dhuafa, selaku salah satu anggota IHA, langsung merespon cepat sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik dengan donasi maupun aksi yang dikelola bersama mitra lokal untuk menguatkan program bagi pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh.

Tim respon kemanusiaan Dompet Dhuafa telah beraktifitas di Camp Kutabalong, Ukhiya Cox's Bazar, Bangladesh. Di titik tersebut terdapat sedikitnya 400 ribu pengungsi Rohingya dalam kondisi dan situasi yang begitu memprihatinkan.

"Berlanjut pada hari Jumat (22/9), Dompet Dhuafa akan memberangkatkan tim kesehatan yang bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia ke wilayah pengungsian di Cox's Bazar," kata Imam, Kamis (21/9).

Dompet Dhuafa akan terus menggiatkan bantuan kemanusiaan, berupa pemberian bantuan kebutuhan dasar mendesak dalam bentuk makanan, air bersih dan sandang. Untuk jangka menengah, sanitasi dan layanan kesehatan menjadi prioritas. Dengan mendirikan klinik kesehatan serta mobile clinic bagi para pengungsi, khususnya demi menjaga ibu dan anak tetap sehat meskipun dalam kondisi di pengungsian.

"Dan dalam rencana jangka panjang, Dompet Dhuafa akan mendirikan shelter dan school for refugees (SFR) sebagai tindaklanjut program recovery kepada pengungsi Rohingya dengan bekerjasama mitra di Cox's Bazar," ujar Imam.

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga). Selama 24 tahun lebih, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya