Berita

Foto/Net

Politik

Jokowi Harus Panggil Gatot Soal Penayangan Film G30S/PKI

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Publik tidak perlu risau dengan kemungkinan kebangkitan paham komunisme di Indonesia. Isu komunisme yang dihembuskan belakangan ini hanya bertendensi politik.

Demikian disampaikan pengamat politik yang juga peneliti dari Indo Survey dan Strategy, Herman Dirgantara kepada redaksi, Kamis (21/9).

"Kalau Pak Menkumham bilang isu itu mimpi di siang bolong, maka saya bilang isu itu sesat nalar. Menghembuskan isu itu menunjukkan kedangkalan wawasan kebangsaan yang sulit dibantah. Ini bertendensi politik menciptakan ketidakstabilan sosial," ujar Herman.


Herman pun menambahkan, isu atau wacana kebangkitan PKI sengaja dihembuskan untuk kepentingan politis sempit menuju perhelatan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Sulit untuk tidak menghubungkan maksud terselubung isu ini dengan kepentingan sempit menuju perhelatan 2018 dan 2019. Apalagi sampai ada kegiatan nobar film PKI," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Herman, Presiden Joko Widodo diminta segera memanggil Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terkait nonton bareng film G30S/PKI yang diadakan di lingkungan TNI.

Tadi malam, markas teritorial TNI di berbagai daerah menggelar nonton bareng film G30S/PKI. Acara yang bersamaan dengan doa menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah itu diikuti oleh warga sekitar di setiap markas teritorial.

Baca: Setelah Nobar, Kodam Tanjungpura Sebar DVD G30S/PKI

Jelas Herman, Jokowi sebagai Panglima Tertinggi harus memanggil Gatot untuk melakukan klarifikasi resmi dan meminta pertanggungjawaban sekaligus menganulir penayangan film G30S/PKI tersebut.

Harusnya menurut Herman, Gatot menangkap pesan Jokowi. Dimana, Jokowi mengatakan seharusnya film sejarah disesuaikan dengan kekinian agar para anak muda dengan mudah memahami bahaya komunisme.

"Akan lebih baik kalau ada versi yang paling baru, agar lebih kekinian, bisa masuk ke generasi-generasi milenial," kata Jokowi, Senin lalu (18/9).

Herman sendiri menilai, Gatot lewat penayangan film G30S/PKI memiliki kepentingan politik, yaitu Pilpres 2019. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya