Berita

TGH M Zainul Majdi/Net

Politik

Tuan Guru Bajang: Film Lama Atau Baru G30S/PKI Bagus Untuk Pembelajaran Sejarah

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 | 13:43 WIB | LAPORAN:

Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M Zainul Majdi menilai, pemutaran ulang film 'Pengkhianatan G30S/PKI' penting sebagai pengingat sejarah, terutama untuk generasi milenial serta tidak menjadi polemik berkepanjangan di masyarakat.

"Penayangan film ini merupakan hal penting karena peristiwa G30S/PKI sudah menjadi bagian sejarah bagi bangsa, sehingga pemerintah perlu memiliki satu suara dalam menunjukkan bahaya dari komunis dan gambaran bahwa tidak berlakunya sistem komunis di Indonesia," jelas Gubernur yang biasa dipanggil Tuan Guru Bajang alias TGB ketika dihubungi, Rabu (20/9).

Jika mengamati berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, China, dan di Eropa, mereka bisa maju karena warganya selalu mempelajari, menghargai, serta menauladani sejarah para pahlawan mereka.


TGB juga melihat bahwa pemutaran film 'Pengkhianatan G30S/PKI' tidak perlu menjadi polemik yang dapat memicu konflik di masyarakat. Terlebih jika bertujuan untuk menginformasikan fakta dan nilai sejarah masa lalu, serta tidak bertendensi mendiskreditkan pihak lain atau menumbuhkan dendam di antara sesama anak bangsa.

Ia juga menilai positif usulan pemerintah memperbarui film 'Pengkhianatan G30S/PKI' untuk mempermudah generasi milenial dalam memahami pesan yang disampaikan sesuai target mereka.

"Menonton film yang lama atau bikin film baru sesuai perkembangan zaman bagus untuk pembelajaran sejarah atau edukasi kepada generasi muda," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan melalui kegiatan ini diharapkan generasi milenial juga dapat menelisik lebih banyak sejarah Indonesia, tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu hoax yang semakin banyak beredar dan mengetahui perjuangan para pendiri bangsa.

"Saya berharap ke depan generasi muda dapat mengukir prestasi-prestasi yang membanggakan bagi negara republik Indonesia yang kita cintai ini," tambahnya.[wid]

 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya