Berita

Nusantara

Elpiji 3 Kg Untuk Warga Berpenghasilan Di Bawah Rp 1,5 Juta

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 | 10:43 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dalam upaya mendistribusikan produk LPG bersubsidi yang tepat sasaran, PT Pertamina (Persero) mendapat dukungan penuh dari para kepala daerah di Indonesia, termasuk Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Melalui Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 6/2017 tentang Larangan Penggunaan Liquified Petroleum Gas (LPG) Tabung Ukuran 3 Kg. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Provinsi DKI Jakarta dilarang untuk menggunakan produk LPG 3 kg bersubsidi.

Dalam rangka menyosialisasikan seruan tersebut, Pemprov DKI dan PT Pertamina (Persero) beserta Hiswana menggelar acara Sosialisasi Seruan Gubernur DKI Jakarta dan Keamanan Penggunaan LPG, pada 12 September 2017). Dalam sambutannya pada acara sosialisasi yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Walikota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi, menyampaikan kepada seluruh PNS yang diwakili oleh PNS di lingkungan Kecamatan Duren Sawit dan perwakilan masyarakat mampu untuk tidak menggunakan LPG 3 kg bersubsidi.


"Dengan nilai pen­dapatan yang diperoleh saat ini, PNS Pemprov DKI sudah tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi. Karena LPG 3 Kg merupakan produk bersubsidi dan di­per­untukkan bagi warga tidak mampu atau yang ber­penghasilan di bawah Rp 1,5 juta," jelas Tri.

Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang peruntukan produk bersubsidi dan non-subsidi dari Pertamina. Bahkan pada program sosialisasi tersebut, Tim Pertamina memberikan beberapa program promosi khusus, seperti potongan harga sampai dengan pro­gram trade-in tabung LPG 3 Kg dengan Bright Gas 5,5 Kg.

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan du­kungan dari Gubernur DKI Jakarta beserta seluruh jajarannya. Kami berharap program ini dapat terus ber­jalan dengan baik, sehingga distribusi untuk produk ber­subsidi menjadi tepat sasaran sesuai regulasi yang berlaku," kata Yudi Nugraha, Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Barat.

Sebelumnya, program sosialisasi ini telah dilaksanakan di 11 kecamatan di wilayah DKI Jakarta dari total 42 Kecamatan yang akan dilakukan serupa.

Acara ini juga diiisi dengan sosialisasi penggunaan LPG aman yang disampaikan oleh tim Pertamina bekerja sama dengan Hiswana Migas. Maksud dari sosialisasi keamanan penggunaan LPG tersebut ditujukan untuk mem­berikan pemahaman secara komprehensif kepada para pengguna LPG, khususnya di kalangan rumah tangga tentang cara aman menggunakan LPG.

Sosialisasi keamanan ini bermaksud agar mengimbau masyarakat tentang penggunaan LPG yang aman, seperti misalnya ruangan dapur yang cukup ventilasi, selang atau regulator yang perlu diganti secara berkala, dan faktor penting lainnya yang wajib dipahami oleh masyarakat.

"Kami sangat berharap, melalui sosialisasi ini masya­rakat menjadi lebih terbuka wawasannya terkait fungsi keamanan dalam menggunakan LPG," ujar Yudi menambahkan. [***/rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya