Berita

Nusantara

Pembangunan Monumen PDRI Diserahkan Ke Pemprov Sumbar

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 | 07:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pembangunan Monumen Bela Negara Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang sebelumnya sempat terhenti, akhirnya akan dilanjutkan kembali.

Kepastian tersebut berdasarkan keputusan rapat tim fasilitasi yang terdiri dari, Bappenas, Kemendagri, Kemensos, Kemendikti, Kemenpar, Kemen PUPR, Kemenhan, Pemprov Sumbar dan Pemkab Lima Puluh Kota yang dilaksanakan di Kantor Walinagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (19/9). Rapat dipimpin oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

"Pelaksanaan pembangunan monumen yang semula dilaksanakan oleh Pemkab Lima Puluh Kota diserahkan pelaksanaannya kepada Pemerintah Provinsi Sumbar," ujar Wagub dilansir dari RMOLSumbar.


Dijelaskannya, untuk kelancaran administrasi ke pusat, ditujukan kepada Menhan c.q. Ditjen Potensi Pertahanan sebagai Ketua Tim Teknis Pusat Pembangunan Monumen Bela Negara dengan tembusan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait.

"Aggaran untuk pembangunan Museum PDRI sampai selesai menjadi tanggung Jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ucap Wagub usai rapat.

Untuk percepatan pembangunan akan diambil langkah yaitu Pemprov Sumbar melalui Gubernur menyampaikan surat susulan kepada Presiden berupa permohonan untuk segera diterbitkan Keputusan Presiden (Kepres) tentang kelanjutan pembangunan monumen.

"Selain itu juga akan disiapkan surat gubernur yang ditujukan kepada Menteri Sosial untuk membangun Tugu Bela Negara di lokasi Monumen Bela Negara," terangnya.

Sedangkan untuk anggaran pembangunan Museum PDRI, Wagub mengatakan merupakan tanggung jawab penuh dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Dan untuk jalan sepanjang 6 KM dari Kantor Camat Gunuang Omeh menuju lokasi monumen menjadi tanggung Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Lima Puluh Kota dan diselesaikan selama dua tahun anggaran yang dimulai tahun 2018-2019," ujar Wagub.

Dia berharap, pembangunan Monumen PDRI ini bisa kembali berjalan, karena sudah cukup lama terbengkalai yakni sejak 2015 lalu.

"Hingga sekarang, pembangunan monumen tersebut sudah menyerap anggaran Rp 45 miliar dari total yang direncanakan sebesar Rp 600 miliar lebih," tutupnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya