Berita

Politik

Menteri Tjahjo Tidak Mau Disalahkan Terkait OTT Kepala Daerah

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 06:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Maraknya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini tidak bisa dikaitkan dengan kinerja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku pembina pemerintahan daerah.

Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, para kepala daerah baik gubernur maupun bupati/walikota dipilih rakyat. Ini merupakan otonomi daerah sehingga tidak bisa dianggap sebagai kesalahan pusat.

"Gubernur atau bupati/walikota itu bukan bawahan saya. Kalau Kapolda dan Kapolres bisa langsung pecat," kata Tjahjo usai bertemu Direktur Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (18/9).


Sebelumnya, politisi PDIP ini mengungkapkan, OTT yang dilakukan KPK terhadap para kepala daerah belakangan ini membuat dirnya menjadi sorotan sejumlah pihak. Ia dianggap gagal membina kepala daerah.

Namun, Tjahjo menegaskan, tindakan korupsi yang dilakukan para oknum kepala daerah kembali pada persoalan mentalitas. Sebab, sistem mengenai aturan dan pengawasan sudah berjalan dengan baik untuk mencegah korupsi.

"Saya selalu imbau agar para pejabat daerah bisa waspadai area rawan korupsi seperti perencanaan anggaran  dana hibah bansos, retsibusi pajak, pengadaan barang jasa serta jual beli jabatan," ujar Tjahjo dilansir dari laman kemendagri.

Tercatat hingga saat ini sudah ada 77 kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Karena itu, Kemendagri dan KPK terus berupaya meningkatkan pencegahan korupsi hingga ke tingkat bawah. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya