Berita

Net

Bisnis

Koperasi Dan UKM Harus Dapat Kemudahan Akses

SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 21:50 WIB | LAPORAN:

Komite IV DPD RI meminta Kementerian Koperasi dan UKM dapat memberikan akses mudah bagi daerah di kepulauan.

"Bagaimana di daerah kepulauan bisa lebih diperhatikan. KUR (kredit usaha rakyat) sudah disalurkan dan pelaku usaha mikro ini ingin dapat pinjaman tapi prosesnya masih sulit di lapangan," kata anggota DPD Haripinto Tanuwidjaya dalam rapat bersama Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga membahas pengawasan pelaksanaan UU 25/1992 tentang Perkoperasian di Komplek Parlemen, Jakarta (Senin, 18/9).

Menjawab pertanyaan tersebut, Puspayoga menyampaikan bahwa kegiatan koperasi di luar Pulau Jawa memang perlu dapat banyak perhatian.


"Soal KUR itu di 2017 ada dana sebanyak Rp 110 triliun tapi ketika kami turun ada permasalahan perbankan dalam menyalurkan KUR karena pelaku UKM ini saat berproduksi dan tidak bisa menjual maka akan jadi masalah, hal ini karena banyak minimarket," jelasnya.

Menurut Puspayoga, pelaksanaan UU 25/1992 masih belum sepenuhnya mampu menyelesaikan permasalahan regulasi koperasi. Namun dari hasil pengawasan ada sekitar 40 ribu koperasi sudah dibubarkan.

"Ada sekitar 40 ribu koperasi yang kami bubarkan karena koperasi abal-abal, sudah tidak aktif, dan hanya berupa papan nama," bebernya

Koperasi tidak sehat harus dibubarkan karena orientasi Kemenkop dan UKM ke depan adalah agar menciptakan koperasi yang berkualitas. Bukan dilihat dari kuantitas koperasi dan banyaknya badan usaha tapi kualitas dan anggota koperasi makin bertambah tiap tahunnya.

Puspayoga menambahkan, untuk mengembangkan koperasi, pihaknya berusaha membuat skema pembiayaan koperasi dan UKM.

"Kita kembangkan, seperti kredit usaha rakyat yang di tahun 2014 itu bunganya 22 persen sekarang bunganya cuma sembilan persen. Ini pertama kalinya kita coba, dan tahun 2016 itu sudah tersalurkan Rp 95 triliun dari Rp 100 triliun yang disediakan pemerintah," paparnya.

Masih banyaknya nasabah yang belum terlayani program KUR membuat Kementerian Koperasi dan UKM membuatkan kredit ultra mikro.

"Kami telah bekerja sama dengan beberapa pihak seperti Kemenkeu untuk masalah penyaluran dana kredit ultra mikro dan Kemenkominfo untuk keakuratan data.  Soal kredit ultra mikro ini semangatnya untuk mengambil nasabah yang tercecer dari program KUR," demikian Puspayoga. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya