Berita

Hukum

Corneles: Tangan Setya Novanto Penuh Dengan Jarum

Tidak Kenal Tujuh Wajah Dalam Foto
SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 21:13 WIB | LAPORAN:

Salah satu maksud pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas staf dari Setya Novanto, Corneles Towoliu, adalah untuk mengetahui kondisi sebenarnya Ketua DPR RI itu.

Corneles diperiksa selama hampir delapan jam sebagai saksi bagi Setya Novanto. Dia pun membenarkan bahwa Ketua DPR itu masih menjalani perawatan medis.

"Soal sakit tadi ditanyakan (penyidik), apa benar kalau Pak Nov (Novanto) itu sakit. Saya bilang 'memang benar pak, sakit'. Kalau soal sakitnya itu saya enggak ngerti, itu dokter yang tahu. Penuh jarum-jarum di sini nih, nih (nunjuk punggung tangan). Bapak diinfus, kasihan," jelas Corneles.


Ia mengaku berkomunikasi dengan Novanto setiap hari, namun tak terlalu mengetahui kegiatan bosnya itu sehari-hari.

"Ya saya hanya antar anaknya saja. Jadi sewaktu-waktu saya disuruh jalan, saya jalan saja. Tiap hari komunikasi (dengan Novanto) karena kan pagi saya harus antar anaknya ke sekolah, saya harus ketemu Bapak kalau beliau sudah bangun," jelasnya.

Corneles sendiri tidak pernah mengantar Novanto pergi.

"Beliau itu punya ajudan, ada dari TNI, ada dari Polri. Bukan saya. Saya hanya mengawal anaknya, sekolah, pulang sekolah," ucapnya.

"Saya itu dibilang sebagai ajudan Setya Novanto. Makanya saya protes di sini tadi. Tugas saya itu mengawal anaknya," katanya saat keluar dari lobi KPK pukul 17.52 WIB.

Dalam pemeriksaannya, Corneles mengaku ditunjukkan tujuh foto wajah oleh penyidik KPK. Namun tak ada satu pun wajah dalam foto yang ia kenal.

"Saya bilang sampai detik ini saya belum melihat orang-orang itu. Ada tujuh foto," ucapnya.

Beberapa nama juga sempat dikonfirmasi penyidik kepada Corneles, lagi-lagi tak ada nama yang ia kenal. Corneles tidak menjabarkan siapa saja nama yang disebutkan penyidik. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya