Berita

Nusantara

Masyarakat Diminta Tidak Panik Soal Kelangkaan Elpiji

SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 20:48 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah Hadi Santoso meminta masyarakat tidak panik karena kelangkaan Liquid Perolium Gas (LPG/elpiji)bersubsidi kemasan 3 kilogram.

"Masyarakat Jangan panik. Jika tidak ada di pengecer, silahkan datang ke pangkalan atau SPBU terdekat," kata Hadi dalam keterangannya (Senin, 18/9).

Menurutnya, saat ini, kelangkaan elpiji terjadi di mana-mana karena salah satu faktor tingginya permintaan.


"Selain itu juga karena masih ruwetnya sistem distribusi, permintaan elpiji tiga kilogram naik karena berbondong-bondongnya beralih dari listrik ke elpiji, misalnya laundry, penyedot air di sawah, oven roti dan UMKM," beber Hadi.

Beberapa daerah yang sempat mengalami kelangkaan LPG 3 kilogram adalah Kudus, Jepara, Kota Semarang, dan Kota Salatiga. Sehingga di daerah-daerah tersebut sudah dilakukan ooperasi pasar oleh dinas terkait. Berdasarkan data Dinas ESDM Provinsi Jateng, sebenarnya permintaan sudah lebih dari 7 persen dari kuota elpiji yang ditentukan.

Atas kondisi kelangkaan tersebut, Hadi meminta pemerintah untuk menggiatkan operasi pasar. Terutama di daerah yang saat ini banyak mengalami kelangkaan.

"Juga perlu ada tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mempermainkan stok atau menimbun elpiji," pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV sebelumnya menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah di Jateng untuk mengatasi kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram. Operasi pasar akan dilakukan di daerah yang mengalami kelangkaaan dengan menambah 335.560 tabung elpiji bersubsidi. Selama periode 7-15 September 2017, Pertamina MOR IV menyalurkan penambahan fakultatif sebanyak 335.560 tabung. [wah]  

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya