Berita

Foto/Net

Nusantara

Ego Sektoral Hambat Konsolidasi Penanganan Konflik Daerah

SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 13:54 WIB | LAPORAN:

. Kementerian Dalam Negeri mengatakan ego sektoral menjadi penghambat dalam fungsi koordinasi dan konsolidasi dalam meredam konflik. Karena itu diharapkan agar penanganan konflik dilakukan di tiap tingkatan supaya tidak membesar.

"Kalau konflik tingkat desa sebaiknya kades dan aparatur meningkatkan peran dan fungsinya bagaimana menyelesaikan konflik di wilayahnya dan bisa diredam supaya tidak menjadi konflik yang lebih besar," kata Plt. Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Heru Matador saat membuka Rapat Koordinasi dan Sinergitas Hubungan Antar LembagaPemerintah dan Pemerintah Daerah dalam Rangka Peningkatan Kewaspadaan Nasional.

Rapat tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Kewaspadaan Nasional dan Pemprov Sulawesi Utara, di Hotel Grand Puri Manado, Kota Manado, Sulawesi Utara, Senin (18/9).


Narasumber dari berbagai sektor: Direktorat Wasnas, Kesbangpol, akademisi dari Universitas Sam Ratulanggi, Binda, Bappeda. Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Kewaspadaan Nasional mengundang peserta rapat yang antara lain dari unsur pejabat dan staf Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado, Perwakilan TNI dan Polri Kota Manado, Camat dan Lurah di kota Manado, FKDM, KOMINDA, FKUB Kota Manadounsur

Heru melanjutkan, pelaksanaan rapat koordinasi dan sinergitas hubungan antar lembaga pemerintahan dan pemda bertujuan untuk menyamakan langkah dan persepsi antara pusat dan daerah dalam rangka kewaspadaan nasional sehingga dapat mendeteksi, mengantisipasi sejak dini dan melakukan aksi pencegahan terhadap berbagai bentuk ancaman terhadap NKRI.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulut, Jhon Palandung menyambut positif terlaksananya rakor ini guna meningkatkan kembali kerjasama dan sinergitas seluruh stakeholders terkait (pusat, aparat kemanan, tokoh agama, tokoh masyrakat, ormas dan LSM) dalam rangka peningkatan kewaspadaan secara nasional, lebih khususnya peningkatan kewaspadaan dini di Sulut. Mengingat Sulut terdiri dr 287 pulau; 59 berpenghuni dan dan 228 belum berpenghuni) berbatasan langsung dengan Philipina Selatan yaitu Pulau Miangas dan Pulau Marore yang rawan terhadap ancaman terorisme.

"Rakor ini sangat penting untuk mensinergikan antar lembaga sekaligus koordinasi, integrasi, sinkronisasi serta simplikasi khususnya terkait peran, fungsi dan tanggung jawab masing-masing lembaga dan instansi terkait," katanya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya