Berita

Foto/Net

Dunia

Delegasi RI Tidak Diizinkan Kunjungi Kamp Pengungsian Rohingya Di Bangladesh

Bantuan Disalurkan Hari Ini
SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 06:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah diterima Pemerintah Bangladesh Dhaka, Bangladesh, Minggu (17/9).

Dubes RI untuk Bangladesh, Rina Soemarno mengatakan bantuan kemanusiaan Indonesia telah diterima oleh Pemerintah Bangladesh dan akan segera didistribusikan kepada pengungsi Rohingya dari Rakhine State, Myanmar yang berada di sekitar Cox's Bazar, Bangladesh.

Selaku wakil Pemerintah Indonesia, Dubes Rina Soemarno telah menyerahkan bantuan Indonesia kepada Kepala District Administration Chittagong, Zillur Rahman Chowdhury, pada 14 September 2017 di Bandara Chittagong.


Sampai dengan 16 September 2017, sebanyak 54 ton bantuan kemanusiaan dari Indonesia telah sampai di Chittagong dalam enam kali pengiriman dengan pesawat C-130 TNI AU.

Bantuan kemanusiaan tersebut berupa beras (30 ton), selimut (14.000), makanan siap saji (2004 paket), tenda besar (20 unit), tanki air fleksibel (10 unit), family kit (600 paket), pakaian (900 paket) dan gula pasir (1 ton).

Bantuan Indonesia yang sudah tiba dalam empat kali pengiriman pertama antara tanggal 14-15 September 2017 telah dipindahkan dari Bandara Chittagong ke gudang Pemerintah District Administration di Cox's Bazar, bersama dengan bantuan dari beberapa negara lain seperti Maroko, India dan Iran yang datang pada saat bersamaan.

Menurut District Administration Cox's Bazar, bantuan Indonesia yang sudah berada di Gudang Cox's Bazar selanjutnya akan didistribusikan hari ini ke 12 pos/titik distribusi di wilayah pengungsi oleh District Administration Cox's Bazar, bekerjasama dangan badan internasional seperti UNHCR dan IOM.

Sementara itu, seperti dalam keterangan tertulis KBRI Dhaka, Senin (18/9), pagi ini diperoleh informasi dari Kementerian Luar Negeri Bangladesh merespons permintaan KBRI Dhaka, bahwa Pemerintah Bangladesh sementara ini tidak dapat memberikan izin bagi delegasi dari Indonesia untuk mengunjungi kamp-kamp pengungsi ataupun ke kota Cox's Bazar karena alasan keamanan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya