Berita

Dunia

Kedubes RI Dakar Jajaki Kerjasama Bisnis Dengan Cabo Verde

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 09:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Duta Besar RI untuk Dakar yang juga merangkap Cabo Verde, Mansyur Pangeran mempresentasikan berbagai peluang bisnis di hadapan para pengusaha Cabo Verde dalam sebuah seminar bisnis yang berjudul "Promosi Produk Unggulan Ekspor Indonesia dan Trade Expo Indonesia (TEI) 2017".

Selasa lalu (12/9), Kota Praia, ibukota Cabo Verde menyoroti Indonesia dan Cabo Verde terkait peluang bisnis dan kerja sama di bidang pertanian, industri, jasa, transportasi dan pariwisata.

Seminar yang diorganisir oleh Kedubes RI di Dakar bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri Cabo Verde (CCISS) bertujuan untuk mempresentasikan produk strategis Indonesia dan "Trade Expo Indonesia 2017", yang akan diselenggarakan 11-15 Oktober 2017, Kota Praia, Cabo Verde.


Dalam presentasinya, Dubes Mansyur Pangeran menyoroti kekayaan Indonesia dalam sumber daya alam, produk eskpor unggulan dan industri strategis seperti pesawat, kapal, kereta api, kelapa sawit, kakao, karet, kayu, tekstil, elektronik, mobil dan furniture.

Peluang bisnis yang dipresentasikan kepada pengusaha Cabo Verde bertujuan untuk menciptakan iklim yang "menguntungkan" bagi pembentukan kemitraan strategis antara kedua negara.

Berbagai bidang disebutkan oleh Dubes Mansyur yang ke depannya dapat dijajaki lebih jauh antara pengusaha dari kedua negara, antara lain bidang manufaktur dan perakitan peralatan pertanian; pengolahan makanan dan produk pertanian lainnya; pembuatan dan perakitan peralatan kargo dan transportasi; tekstil, pakaian dan alas kaki, produk elektronik dan pembuatan kertas dan karet.

"Pintu kami terbuka lebar untuk semua pengusaha Cabo Verde yang ingin berinvestasi di Indonesia dan mereka tentunya dapat mengandalkan dukungan kami serta mendapatkan berbagai kemudahan-kemudahan dari pemerintah," kata Dubes Mansyur ketika diwawancarai oleh media setempat.

Sebagai salah satu contoh kemudahan tersebut, Dubes Mansyur mengkonfirmasikan bahwa pengusaha Cabo Verde sekarang dapat melakukan perjalanan ke Indonesia tanpa memerlukan visa masuk.

Dubes Mansyur juga mengatakan bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi swasta dan meminta pengusaha Cabo Verde untuk memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada dengan jaminan dukungan kelembagaan dari Pemerintah Indonesia.

"Pameran Dagang Dagang Indonesia 2017 merupakan salah satu peluang bisnis besar bagi pengusaha Cabo Verde. Setiap orang diundang untuk berpartisipasi dalam acara besar ini," ujar Dubes Mansyur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal CCISS, José Luis Neves, menekankan pentingnya pertemuan bisnis tersebut dan mengatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi pengusaha Cabo Verde untuk mengidentifikasi peluang-peluang bisnis yang dapat dijajaki.

Ketika ditanya mengenai jarak geografis antara kedua negara, José Luis Neves mengakui bahwa dalam ekonomi global tidak ada batas dan tidak ada jarak.

Lebih jauh ditekankan oleh José Luis Neves bahwa saat ini banyak pengusaha Cabo Verde yang berbisnis di negara China yang jauh. Jika ada peluang bisnis dengan perhitungan profitabilitas, pengusaha Cabo Verde tentunya juga akan melakukan bisnis dengan Indonesia.

"Indonesia sebagai negara yang secara tradisional kuat dalam perdagangan di kawasan ini dan yang menghadirkan keragaman produk bisa menjadi pasar yang baik bagi pengusaha Cabo Verde, mengingat Cabo Verde pada dasarnya hidup dari impor," kata dia.

Disampaikan juga oleh Wakil Ketua KADIN Cabo Verde, Rui Amante Da Rosa, bahwa Cabo Verde memerlukan transportasi udara dan maritim untuk menghubungkan pulau-pulaunya, dan kapal patroli untuk menjaga sumber daya alamnya (ikan) sehingga mengharapkan agar dijajaki kerja sama dengan PT. DI dan PT. PAL.

Dalam keterangan tertulis Kedubes RI Dakar yang diterima redaksi disebutkan, seminar bisnis yang diselenggarakan oleh KBRI Dakar tersebut mendapat sorotan media nasional Cabo Verde, antara lain Televisão de Cabo Verde, Televisão Independente de Cabo Verde, Record TV Cabo Verde, Radio Cabo Verde International. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya