Berita

Politik

Pengurus Demokrat Tuntut Klarifikasi Jokowi Soal Pertemuan Di Rumah Kepala BIN

BIN Akan Menanggapi Resmi
KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 22:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kabar pertemuan tertutup antara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, dan Gubernur Papua, Lukas Enembe, langsung menjadi topik hangat di media sosial.

Diberitakan tadi sore oleh Kantor Berita Politik RMOL, ada informasi yang menyebut pertemuan mereka berlangsung pada Selasa (5/9) di kediaman Kepala BIN. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kapolda Sumatera Utara (eks Kapolda Papua) Irjen Pol Paulus Waterpauw datang menyusul ke pertemuan itu.

Awalnya, pertemuan hanya membahas berbagai isu nasional. Ternyata ada agenda lebih penting. Kepala BIN, Budi Gunawan, disebut meminta Lukas menandatangani sebuah kertas berisi 16 poin komitmen. Mulai dari kesetiaan pada NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan sampai pada komitmen "mengamankan" Joko Widodo dan PDI Perjuangan di Pemilu Serentak tahun 2019.


Lukas disebut merasa keberatan dengan poin terakhir karena dia sendiri merupakan Ketua DPD Partai Demokrat di Papua. Namun, akhirnya ia menandatangani pernyataan tersebut.

Setelah Tito dan Paulus datang, Kepala BIN juga menyampaikan kepada Lukas Enembe bahwa dirinya harus berpasangan dengan Paulus Waterpauw pada Pilkada Papua tahun 2018 sesuai perintah Presiden Joko Widodo. (Lebih lengkap baca: Beredar Kabar Kesepakatan Kepala BIN, Kapolri, Kapolda Sumut Dan Gubernur Papua)

Ragam tanggapan atas berita ini beredar di media sosial Twitter. Dua pengurus DPP Partai Demokrat merespons dengan nada keras.

"Bila berita ini benar, sungguh keterlaluan. Pak @jokowi sebaiknya langsung memberi klarifikasi demi nama baiknya," tulis pengurus Partai Demokrat, Rachland Nashidik, di akun twitternya @ranabaja menanggapi berita ini.

"Kalau benar, demokrasi terancam," tulis pengurus Partai Demokrat lain, Andi Arief lewat akun @andiarief__.

Beberapa saat lalu, redaksi menghubungi pihak BIN untuk meminta klarifikasi. Disampaikan bahwa penjelasan resmi dari BIN akan dikeluarkan dalam waktu dekat.

Lukas Enembe lebih dulu membantah dan menegaskan informasi tersebut adalah bohong alias hoax.

"Saya tidak tahu info itu hoax saja mungkin," kata Lukas lewat aplikasi WhatsApp kepada redaksi. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya