Berita

Arief Budiman/Net

Politik

Ketua KPU: Penyelenggara Pemilu Harus Wariskan Hal Positif

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 14:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua KPU RI Arief Budiman mengklaim perjalanan pemilu di Indonesia dari waktu ke waktu mengalami peningkatan dari sisi kualitas. Menurutnya, setiap penyelenggara pemilu harus bisa mewariskan hal positif kepada generasi yang akan datang.

Demikian disampaikan Arief pada Rapat Pimpinan KPU RI dengan KPU provinsi/KIP Aceh seluruh Indonesia dengan tema 'Mewujudkan Pemilihan Tahun 2018 dan Pemilu Tahun 2019 yang Berkualitas Melalui Konsolidasi Organisasi' di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/9).

"Apa warisan penting yang bisa kita berikan kepada generasi yang akan datang? Setiap kita harus punya semangat itu. Karena tidak mungkin kita ngurusin pemilu terus menerus, dan ini menentukan perjalanan bangsa ke depan di dalam proses demokrasi dan pemilu," ujar Arief.


Ia menggambarkan, setiap komisioner KPU mulai dari periode Pemilu 2004, 2009 sampai dengan 2014, telah memberikan peninggalan yang sangat berarti dalam perjalanan pemilu dan demokrasi di Indonesia. Untuk itu, Arief mengajak jajarannya, memberikan hal baik yang dapat berguna bagi penerusnya kelak.

"Semua yang ada di sini bukan wajah baru dalam dunia kepemiluan di Indonesia, ada yang sudah 10 dan 15 tahun. Maka kewajiban moral kita adalah meninggalkan sesuatu positif yang akan datang dalam penyelenggaraan pemilu kita," harap Arief yang juga merupakan komisioner KPU periode sebelumnya.

"Setiap dari kita harus memulai identifikasi apa yang akan kita wariskan. Ini penting," tambahnya.

KPU akan menyelenggarakan dua agenda besar, yakni Pilkada Serentak 2018 yang diikuti 171 daerah, dan Pilpres dan Pileg 2019.

KPU juga mesti mengendalikan jumlah personil yang terlibat dengan jumlah sangat besar untuk satu even. Bila dibandingkan dengan even lain, hanya pemilu saja yang mengerahkan personil lebih dari lima juta orang.

"Kita ini mengelola personil dan anggaran terbesar dalam sejarah kepemiluan kita. Jadi kita punya tanggung jawab besar di tahun 2018 dan 2019," pungkas Arief seperti dilansir dri laman kpu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya