Berita

Yudi Syamhudi Suyuti/Net

Politik

Dikeroyok Atau Ditembak, Yudi Ogah Berlutut Pada Rezim Jokowi

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 09:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) dalam waktu dekat akan menggelar Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi 2017.

Ketua Presidium MRI Yudi Syamhudi Suyuti mengajak masyarakat membentuk laskar-laskar, gerakan-gerakan atau kelompok-kelompok front baik dari kelompok agama, nasionalis, kerakyatan, pribumi atau apapun untuk memperkuat Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi 2017.

"Jumlah bukan soal, meski lima orang atau ribuan atau bahkan puluhan ribu orang, tapi tentunya militansi menjadi kekuatan penting," kata dia lewat akun Facebook Yudi Syamhudi Suyuti, Kamis (14/9).


Di tengah pematangan Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi, Yudi sepertinya melihat ada yang aneh. Namun, ia tegaskan tidak khawatir dengan semua itu.

"Saya tantang rezim Jokowi perintahkan polisi jemput saya dan saya tidak akan mau ikut. Meski mereka mengeroyok, memukul atau bahkan menembak saya. Saya akan menolak ikut mereka untuk dikurung. Karena Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi yang kami dorong adalah konstitusional," sebutnya.

"Dan kalau mereka memaksa dengan memukul, mengeroyok, memaksa atau menembak, maka rezim Jokowi dan polisi langsung ditetapkan sebagai penjahat HAM. Dan juga akan dihukum mati juga. Saya siap jadi martir. Dan jika saya mati, saya yakin masuk surga, sementara mereka masuk neraka. Di neraka mereka akan disiksa selamanya. Saya juga akan minta kepada Tuhan agar mereka tidak pernah diampuni dan juga tersiksa di dunia akhirat. Bismillah. Gitu aja kok repot," ujar Yudi menambahkan.

Yudi yang juga koordinator dan penanggungjawab Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi 2017 sebelumnya menyampaikan, beberapa elemen dan kelompok masyarakat mendorong Sidang Istimewa dan Pemakzulan Jokowi melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPR-MPR. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya