Berita

Arief Budiman/Net

Politik

Ketua KPU: Berkompetisi Tanpa Regulasi Berbahaya

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 13:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Penyelenggaraan pemilihan di Indonesia merupakan sebuah sarana dalam pelaksanaan demokrasi sebagai wujud dari kedaulatan rakyat. Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, sedikitnya ada empat poin yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan proses pemilu.

"Poin pertama yaitu KPU harus menyiapkan regulasinya. Mau berkompetisi tapi tidak ada regulasinya, itu berbahaya. Dalam pemilu kita harus siapkan regulasinya," ucap Arief saat memberikan kuliah umum di hadapan 100 mahasiswa pasca sarjana Universitas Nusa Cendana (Undana) yang bertemakan 'Roadmap Persiapan KPU Menuju Pesta Demokrasi 2018 dan 2019' di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/9).

Poin kedua yang mesti disiapkan KPU adalah personil untuk menyelenggarakan pemilu, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) sampai dengan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).


"Bapak ibu semua bisa terlibat proses penyelenggaraan pemilu, bukan hanya KPU tapi bisa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Khusus KPU saja ada 5 juta personil lebih, Bawaslu 1 juta orang, belum lagi pemantau dan saksi parpol. Jadi peluang untuk menjadi Penyelenggaraan pemilu cukup besar," papar Arief.

Dua hal lainnya yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan pemilu yakni anggaran dan logistik. Tidak mungkin menyelenggarakan pemilu kalau tidak ada logistik seperti surat suara, tinta, segel, kotak suara, dan perlengkapan lainnya.

"Maka kita harus betul-betul memanfaatkan pemilu ini untuk memilih wakil rakyat yang berkualitas dan kredibel. Kalau orang baik seperti anda disini semua tidak menggunakan hak pilihnya, maka yang terpilih adalah orang buruk," ajak Arief.

Direktur Program Pascasarjana Undana Aloysius Liliweri menyambut baik kerjasama yang telah dibangun antara Undana dengan KPU. Dia mengaku senang dengan hadirnya ketua KPU memberikan kuliah umum.

"Selamat datang, saya berikan waktu. Kelas ini harusnya ada kuliah, tapi saya alihkan untuk semuanya untuk mendengarkan kuliah dari bapak, untuk mengetahui perkembangan demokrasi saat ini," kata Aloysius, seperti dilansir dari laman KPU. [rus]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya