Berita

Foto/Net

Nusantara

PILKADA JABAR

Gerindra Sudah Mantap Bubarkan Pasangan Demiz-Syaikhu

RABU, 13 SEPTEMBER 2017 | 10:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Partai Gerindra batal mengusung Deddy Mizwar-Ahmad Saikhu sebagai pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Jawa Barat 2018.

Lebih tepatnya, Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Mulyadi mencabut dukungan terhadap Demiz-Syaikhu.

Dimana, Mulyadi adalah orang yang pertama mengungkapkan koalisi Partai Gerindra dan PKS mengusung Demiz-Syaikhu.


Adapun alasan Gerindra Jabar mencabut dukungan terhadap Demiz-Syaikhu sudah matang plus mantap.

Alasan pertama, sepengetahuan Mulyadi, hingga saat ini Demiz yang saat ini menjabat wakil gubernur Jabar belum juga mengantongi KTA Partai Gerindra, dan belum tanda tangan pakta integritas sebagai kader Partai Gerindra.

Soal sikap Syaikhu juga menjadi pertimbangan Mulyadi mencabut dukungan terhadap Demiz-Syaikhu.

"Belum lagi statemen Pak Syaikhu yang mengatakan kalau boleh memilih, beliau lebih suka tetap di Kota Bekasi dan juga merasa namanya belum dikenal di Jabar. Inikan beliau tidak yakin, bagaimana kita memperjuangkannya?" tutur Mulyadi saat dihubungi redaksi, Rabu (13/9).

Selanjutnya, alasan Mulyadi tidak yakin dengan pasangan Demiz-Syaikhu, karena partai Syaikhu yaitu PKS, dianggapnya tidak begitu serius. Sejak diumumkannya pasangan Demiz-Syaikhu, PKS terkesan diam.

"Enggak ada komunikasi, enggak ada formula perumusan pemenangan. Ini (pengusungan Demiz-Syaikhu) enggak diapa-apain, enggak ditangkapi," ujarnya.

Kesimpulannya jelas Mulyadi, kandidat dan partai kurang meyakinkan.

Dengan demikian, tambah Mulyadi, Gerindra Jabar saat ini sedang cair. Komunikasi politik dengan para kandidat dan parpol pengusung akan kembali dijalankan. Namun ditekankan, Gerindra masih tetap melakukan komunikasi dengan PKS. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya