Berita

Kombes Nico Afinta

Pertahanan

Keluarga Tertuduh Pencuri Vape Sempat Minta Maaf

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2017 | 19:52 WIB | LAPORAN:

Abi Qowi Suparto (20) korban penganiayaan yang berujung kematian karena dituduh mencuri satu set Vape (rokok elektrik) dan membawa lari motor milik tukang gojek online.

Sebelum dipersekusi oleh para pelaku, orang tua korban sempat meminta agar kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

"Para pelaku sebelumnya mendatangi rumah keluarga korban. Pihak keluarga meminta agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi para pelaku tetap melakukan tindakan persekusi," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (10/9).


Tidak lama setelah Vape seharga Rp 1,6 juta hilang, pemilik toko bernama Fahmi alias Firman melakukan sayembara di sosial media Instagram dengan cara memposting foto Abi. Apabila ada yang mengetahui posisi Abi diberikan hadiah sebesar Rp 5 juta.

Pelaku bernama Adit menghubungi Dimas memberitahukan bahwa Abi sedang berada di tempat makan di daerah Karet, Tanah Abang. Para pelaku membawanya ke tempat penjualan Vape tersebut di Tanah Abang.

Kemudian Fahmi dan Ando datang untuk mengintrogasi dan menganiaya korban hingga tak sadarkan diri. "Fahmi sang pemilik toko kemudian menghubungi orang tua korban, memberitahu bahwa Abi dalam keadaan kritis," ucapnya.

Menurut Nico, sebelumnya para tersangka hanya ingin Vape seharga Rp 1,6 juta itu kembali. Namun karena kekesalan dan menyulut emosi dari para tersangka, terjadilah tindakan pemukulan yang mengakibatkan Abi tewas.

"Korban dinaikkan ke angkot dibawa ke RS Tanah Abang lalu dirujuk ke RS Tarakan dan akhirnya tewas," ungkapnya.

Pihak kepolisian telah berhasil menangkap lima pelaku yakni Fahmi, Ando, Dimas, Adit dan AP. Kelima tersangka tersebut mempunyai peranan yang berbeda sampai akhirnya Abi tewas.

Namun, dua tersangka lainnya yang juga ikut melakukan persikusi terhadap Abi, melarikan diri dan saat ini tengah dalam pengejaran pihak kepolisian.

Dalam mengusut kasus tersebut polisi telah berhasil mengamankan barang bukti sejumlah telepon genggam, besi yang digunakan untuk memukul korban, satu buah sepatu, dan print out foto sayembara korban.

Para tersangka disangkakan tentang tindak pidana pembunuhan berencana dan atau pengeroyokan pasal 340 KUHP dan atau 170 KUHP dengan hukuman minimal lima tahun penjara. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya