Berita

Rizal Ramli/net

Politik

Rizal Ramli: SMSI Adalah Alternatif Untuk Mendapat Berita Obyektif

JUMAT, 08 SEPTEMBER 2017 | 17:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Media-media online yang berserikat ke dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) bisa menjadi sumber bacaan alternatif yang lebih objektif bagi masyarakat pembaca.

Demikian pendapat dari mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, saat bersama para pimpinan pusat SMSI dan perwakilan pengurus provinsi se-Indonesia, mendaftarkan SMSI sebagai konstituen Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat pagi (8/9).

Menurut dia, media-media online yang berada dalam wadah SMSI memberikan alternatif kepada masyarakat pembaca yang selama ini hanya percaya pada media-media mainstream. Sementara, pembaca sering tak menyadari bahwa media mainstream tersandera kepentingan ideologi maupun bisnis pemiliknya.


Karena media mainstream itu lebih banyak menjaga dan mempertahankan status quo, maka berita-berita yang disajikan tidak sesuai kenyataan yang terjadi di masyarakat.  

Selain itu, Rizal Ramli mengibaratkan kehadiran banyak sekali media online dewasa ini ibarat sungai-sungai kecil yang tidak memiliki bendungan sebagai penyaring. Karena tanpa penyaring, ada di antara sungai-sungai itu yang membawa air kotor atau setengah kotor.

"Ada berita yang dihasilkan oleh media online sudah bagus, faktual, berimbang dan profesional. Ada juga yang belum, dan yang belum ini ibarat sungai kotor tadi, yang belum disaring," kata Rizal yang juga dipercaya menjadi salah satu Penasihat SMSI.

Namun Rizal percaya, masyarakat pembaca berita sudah bisa cerdas memilih mana berita dari media online yang bersih dan mana yang kotor.

"Kecuali pikiran pembaca sudah radikal sekali, maunya yang kotor-kotor saja, itu sudah badung sekali," ucapnya.

Rizal menambahkan, kehadiran media-media online di bawah SMSI akan menjadi arus yang bagus, apalagi SMSI ini menggunakan verifikasi yang sangat ketat sesuai dengan aturan Dewan Pers.

"Dan akhirnya SMSI bisa membersihkan sungai-sungai yang kotor ini menjadi alternatif bacaan yang lebih objektif," harap Rizal. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya