Berita

Ilustrasi

Politik

Muhammadiyah Aid Bangun Pasar Rekonsiliasi Untuk Putus Krisis Rohingya

KAMIS, 07 SEPTEMBER 2017 | 16:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sepanjang Januari dan Maret 2017, Muhammadiyah telah menyampaikan bantuan kebutuhan dasar warga dan juga mengunjungi camp pengungsian di Negara Bagian Rakhine, Myamar, yang memang mayoritas dihuni warga muslim Rohingya. Walaupun ada juga camp yang dihuni warga yang beragama Budha.

"Kami menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan sebagaian dari warga terdampak yang berjumlah 500.000 orang, dan 120.000 orang diantaranya tinggal di camp pengungsian selama 5 tahun," ujar Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Rahmawati Husein Ph.D. dalam keterangan persnya, Kamis (7/9).

Dari hasil kunjungan langsung dan juga dialog dengan berbagai pihak yang berada di lokasi saat itu, pasar yang ada masih sangat sederhana dan sangat tidak representatif. Sehingga kebutuhan pembangunanya baik secara fisik maupun secara manajemen pasar perlu ditingkatkan.


"Apalagi pasar menjadi tempat bertemunya semua kalangan dan warga dari berbagai etnis dan golongan, tersedia pasar yang representatif dan menjaga kesempatan untuk bertransaksi dengan baik, membangun kesempatan yang sama mengembangkan perekonomian, dan tentu kampanye perdamaian dan rekonsiliasi bisa berjalan secara organik dan simbolik," paparnya.

Karena itu Muhammadiyah melalui inisiatif yang disebut "Muhammadiyah Aid" melanjutkan langkah-langkah penyampaian bantuan kemanusiaan yang telah dimulai sejak setahun terakhir bersama anggota Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

Dengan dana masyarakat yang dihimpun oleh LAZISMU, MDMC sebagai implementor lapangan Muhammadiyah Aid segera mewujudkan komitmen bantuan berikutnya yaitu membangun Pasar Rekonsiliasi sebagai upaya pemulihan ekonomi warga, sekaligus sebagai media membangun upaya perdamaian.

Lebih lanjut Rahmawati menyampaikan bahwa rencana pembangunan Pasar Perdamaian ini akan diprioritaskan di daerah Sitway, satuan setingkat Kabupaten di wilayah Negara Bagian Rakhine, yang merupakan lokasi dengan konsentrasi camp pengungsian terbesar warga selain di Mangdaw, lokasi dimana terjadi pembantaian beberapa saat yang lalu. Diharapkan inisiasi Pasar Perdamaian di Sitway ini akan berkembang juga di Mangdaw di masa mendatang.

"Pembangunan pasar perdamaian ini merupakan bagian dari upaya pencarian solusi multi sektor dan multi layer bagi Muslim Rohingnya, yang berlangsung dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Konsepnya sejalan dengan rekomendasi utusan khusus PBB Kofi Anan dan upaya pemerintah Myanmar untuk membangun yang mereka sebut sebagai friendly market," ungkapnya.

"Tentu juga akan sangat berkaitan dengan upaya diplomatik lain seperti efektifnya upaya dunia Internasional untuk mendesak pemerintah Myanmar menghentikan serangan kepada Muslim Rohingnya," Rahmawati yang juga Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut.

Sebagai upaya jangka panjang untuk membangun solusi masa depan bagi Muslim Rohingnya dan juga upaya perdamaian di Rakhine-Myanmar, inisiatif ini juga sangat tergantung dari kepercayaan masyarakat untuk menyumbang melalui LAZISMU pada Nomer Rekeing 123 000 5117 371 ( Bank Mandiri) dan 009 1539 444 (BNI Syariah).

Upaya ini membutuhkan nafas panjang, karena kami tidak ingin program yang sifatnya hanya sekedar sumbangan sesaat belaka. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

Hindari Work From Home Jumat dan Senin

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:13

Permainan Kubu Jokowi dalam Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Makin Ngawur

Kamis, 26 Maret 2026 | 02:11

Prabowo Perintahkan Bahlil Cari Sumber Pendapatan Sektor Mineral

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:37

RS Jiwa Dipenuhi Pecandu Game Online dan Judol

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:14

Buntut Penangguhan Yaqut, Kasus Kuota Haji Bisa Berlarut-larut

Kamis, 26 Maret 2026 | 01:01

Tiket Taman Margasatwa Ragunan Tetap Dipatok Rp4 Ribu

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:28

Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:19

Pelanggaran Personel BAIS TNI Tidak Berdiri Sendiri

Kamis, 26 Maret 2026 | 00:05

Satgas PRR Percepat Penyelesaian Hunian Tersisa

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:25

MBG cuma 5 Hari Potensi Hemat Rp40 Triliun per Tahun

Rabu, 25 Maret 2026 | 23:22

Selengkapnya