Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengunjungi pusat pelatihan keterampilan kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berlokasi di Sekolah Indonesia Singapura (SIS), Minggu (3/9).
Para TKI yang bekerja di Singapura ini mendapatkan pelatihan keterampilan kerja berupa tata rias kecantikan rambut dan kulit, menjahit, komputer, belajar bahasa Inggris, juga kuliah jarak jauh di Universitas Terbuka serta kejar paket A dan B dan C.
Menurut Menaker pelatihan kerja bagi TKI ini sebagai bentuk komitmen negara untuk meningkatkan aspek perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan TKI dan keluarganya.
"Pelatihan kerja bagi TKI Singapura ini diharapkan bisa menjadi modal keterampilan atau berwirausaha, jika suatu saat pulang kembali ke Tanah Air," katanya.
Lanjut Menaker, sekembalinya bekerja di negeri orang, para TKI ini akan dapat berwirausaha sehingga bisa mengembangkan daerah asalnya dan meningkatkan perekonomian daerah.
"Ini menjadi contoh bagi perwakilan RI di negara lainnya dalam menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja untuk pemberdayaan TKI dan keluarganya," kata Menaker.
Jenis -jenis pelatihan yang disediakan bagi TKI disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan TKI di setiap negara.
Selain meningkatkan keahlian para TKI, juga bertujuan membantu TKI meningkatkan pendapatan dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di kampung halamannnya.
Turut mendampingi yaitu I. G. Ngurah Swajaya. Dubes Indonesia untuk Singapura, Maruli A Hasoloan Dirjen Binapentasker, Bambang Satrio Lelono Dirjen Binalattas dan Sholahudin Atase Ketenagakerjaan di Singapura. [wid]