Berita

Pengungsi Rohingya/net

Politik

PEMBANTAIAN ROHINGYA

Mendesak, Indonesia Gagas Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN

SABTU, 02 SEPTEMBER 2017 | 06:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Peran militer Myanmar dalam pembantaian dan pengusiran etnis Rohingya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan atau crime againts humanity.

Apalagi, keterlibatan militer itu diketahui pula oleh pemerintah Myanmar. Kejahatan terhadap kemanusiaan terlihat sangat sistematis yang semestinya segera mendapatkan perhatian dari Komisi Tinggi HAM PBB.

"Sayangnya, komisi tinggi HAM pun sampai sekarang belum bersikap sama sekali terhadap tragedi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh kaum radikal Buddha yang didukung oleh militer Myanmar," kata salah satu Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia, Mahmuddin Muslim, dalam keterangan persnya.


Dia mendesak pemerintah Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia, segera mengambil langkah-langkah diplomasi dan politik internasional guna menghentikan pemberangusan etnis Rohingya oleh kaum radikal Buddha dan militer Myanmar. Indonesia bisa memulai dari membangun komitmen dan solidaritas negara-negara anggota ASEAN.

"Tentu saja, langkah yang dilakukan harus lebih konkret daripada sekadar pernyataan mengecam. Dengan inisiatif Indonesia, bisa saja segera dilakukan pertemuan tingkat tinggi ASEAN dengan agenda tunggal 'Kejahatan Kemanusiaan di Myanmar'," ujarnya.

Dia mengatakan, pengaruh Indonesia pada tingkat ASEAN sampai saat ini masih dihormati dan diperhitungkan. Pada Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN itu, pemerintah Indonesia bisa mendorong negara-negara ASEAN untuk meminta Myanmar menghentikan kekejaman mereka pada etnis muslim Rohingya.

"Atau lebih jauh, jika Myanmar bergeming, Indonesia bisa mendorong ASEAN mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan," tambahnya. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya