Berita

Gedung KPK/net

Politik

GMPG: Ada Penyusup Di Dalam KPK

JUMAT, 01 SEPTEMBER 2017 | 13:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah pemecatan Ahmad Doli Kurnia, Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) belum juga tiarap. Mereka malah memberi dukungan langsung kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo.

Aktivis GMPG, Almanzo Bonara, menyatakan, dukungan moril kepada Agus Rahardjo diperlukan agar KPK berani membongkar kasus E-KTP.

"Saya menduga ada siasat jahat yang tengah dijalankan untuk menggagalkan proses hukum kasus E-KTP. Salah satu tandanya adalah hasil investigasi sebuah  majalah mingguan yang menunjukan friksi internal KPK untuk menggagalkan penetapan tersangka Setya Novanto," ujar Almanzo kepada media massa.


Sebelumnya GMPG menuduh adanya lobi-lobi illegal yang telah dilakukan untuk melemahkan KPK. Sekarang mereka melihat ada friksi internal KPK muncul ke permukaan karena kasus E-KTP.

"Saya melihat lembaga yang semestinya independen telah disusupi sekelompok orang dari dalam dan luar tubuh KPK, berusaha menggagalkan upaya penyidikan kasus KTP Elektronik," terang Almanzo.

Almanzo melihat salah satu sosok yang dipercaya untuk menuntaskan skandal E-KTP adalah Agus Rahardjo. Dia merasa perlu mendukung Sang Ketua KPK untuk secepatnya menahan Setya Novanto karena khawatir terhadap berbagai manuver yang dilakukan oleh Ketua DPR itu.

"Bilamana seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dikhawatirkan dapat menghilangkan barang bukti dan melakukan tindakan yang menghalang-halangi proses penyelidikan maka tersangka tersebut harus ditahan secepatnya," tegas Almanzo.

Disinggung soal pemecatan Ahmad Doli Kurnia oleh DPP Partai Golkar, Almanzo melihat hal ini sebagai momentum yang bagus untuk memperkuat Gerakan Golkar Bersih di tubuh partai dan selaras dengan kerja-kerja KPK.

"GMPG tidak terpengaruh dengan keputusan blunder tersebut, sebaliknya kami semakin bergairah untuk mengkampanyekan Gerakan Golkar Bersih," tutupnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya