Berita

Puspayoga: Kekuatan Ekonomi Indonesia Terletak Di Sektor KUMKM

KAMIS, 31 AGUSTUS 2017 | 19:50 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengungkapkan alasan mengapa pemerintah di bawah kepimimpinan Presiden Jokowi lebih memperhatikan KUMKM. Tidak lain karena, menurut Puspayoga letak kekuatan ekonomi Indonesia ada pada sektor tersebut.

"Ini banyak keberpihakan bapak Presiden Jokowi untuk bantu pelaku usaha kita dalam menguatkan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkap Puspayoga dalam sambutan penyerahan akta koperasi dan bantuan pemerintah bagi Wirausaha Pemula di Sukabumi, Jabar, Kamis (31/8).

Penyerahan program strategis dari Kemenkop UKM itu berlangsung di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Cisaat, Sukabumi. Dalam kesempatan itu, Puspayoga didampingi Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop UKM Prakoso BS, serta pimpinan ponpes Al-Masthuriyah KH Abdul Aziz Masthuro.


Pemberian kredit murah (KUR) dari sebelumnya 22 persen menjadi 9 persen disebut sebagai bentuk nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap pelaku KUMKM. Belum lagi baru-baru ini pemerintah kembali mengucurkan program kredit ultra mikro (UMI) bagi kelompok usaha yang tidak bankable dengan total bantuan Rp 10 juta.

"KUMKM ini harus diperhatian untuk melahirkan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat," kata Puspayoga.

Dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui KUMKM itu mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan situasi ekonomi global yang sedang melemah, Indonesia justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif atau terbaik ketiga diantara negara-negara G-20.

India berada diurutan pertama dengan tingkat pertumbuhan ekonominya mencapai 7,9 persen, China 6,7 persen berada di urutan kedua, disusul Indonesia di urutan ketiga dengan 5,01 persen. Sedangkan negara raksasa Amerika Serikat terjun bebas bersama Jepang dan Korea yang berada di urutan empat.

"Walaupun situasi pelemahan ekonomi dunia kita pasti akan merasakan daya beli masyarakat menurun. Tetapi data yang diakui dunia internasional itu artinya basic ekonomi kita masih kuat," tandasnya.

Puspayoga yakin ke depan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik bahkan 'go head' dari pencapaian sebelumnya. Apalagi saat ini Indonesia sudah menjadi negara tujuan investasi, dengan tingkat kemudahan berusaha sudah semakin baik pula.

Penyerahan Program Strategis

Dalam kesempatan itu, Puspayoga menyerahkan akta koperasi kepada 8 koperasi, yakni Koperasi Marlina Jayabina Nusantara, Koperasi Merdeka Karya Sejahtera, Koperasi Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Karya Amanah, Koperasi Pondok Pesantren Amal Islami, Koperasi Assalafiyyah Berkah Abadi, Koperasi Az Zain Jaya Cibalung, Koperasi Al-Mumtaz Abadi Cikidang, serta Koperasi Nurul Huda Saudagar Muslim.

Sedangkan bantuan pemerintah bagi Wirausaha Pemula diberikan Puspayoga kepada 4 pelaku UKM, yakni Muhamad Anwar (usaha konveksi), Lia Awalia (usaha produksi kue), Wang Beni Ibrahim (usaha kuliner), dan Dinda Ramadani (usaha kuliner). Masing-masing mendapatkan bantuan modal dari Kemenkop sebesar Rp 13 juta.

"Kita pelatihan, kita seleksi, baru kita berikan modal awal, biasanya Wirausaha Pemula dikasi kredit gak bisa cicil, makanya diberikan bantuan untuk modal. Tapi kalau sudah jalan nanti diberikan kredit untuk maju," kata Menkop.

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kemenkop UKM Prakoso BS menjelaskan tidak sembarangan orang bisa mendapatkan bantuan modal usaha melalui program Wirausaha Pemula. Pelaku usaha harus terlebih dahulu mengikuti pelatihan kewirausahaan disertai dengan diajarkan cara membuat e-proposal. Setelah itu akan mengikuti tahap seleksi.

"Jadi seluruh peserta diperkenankan untuk ikut, karena mereka sudah berhak mengikuti kompetisi ini," jelas Prakoso.

Lia Awalia, pelaku usaha asal Cisaat, Sukabumi menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas bantuan modal yang didapatkan melalui program WP. Rencananya bantuan modal sebesar Rp 13 juta yang diterima akan dipergunakan untuk mengembangkan usaha pembuatan kue.

"Alhamdulillah saya dapat Rp 13 juta itu sudah cukup banyak sekali ya untuk usaha kue. Bantuan itu sesuai permohonan saya, tidak ada potongan, baguslah. Prosesnya cepat, lancar tidak ada yang disulitkan," ungkapnya.

Sedangkan Mohommad Fikri, pengurus Koperasi Ponpes Amal Islami merasa bersyukur ditetapkan sebagai salah satu penerima akta koperasi dari Kemenkop UKM. Manfaat dari akta koperasi ini, menurut dia legalitas usaha mereka sudah terjamin, bisa dengan mudah mendapatkan bantuan pemerintah, serta dapat dengan mudah mengajukan pinjaman modal ke bank.

"Saya ucapkan terima atas pemberian akta koperasi ini. Ini sangat bermanfaat bagi kami apalagi fungsi pondok pesantren untuk mengembangkan potensi usahanya di ponpes itu sendiri," pungkas dia. [wid]



Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya