Berita

Meutya Hafid/net

Politik

Myanmar Perlu Ditekan Lebih Keras

RABU, 30 AGUSTUS 2017 | 18:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintah Myanmar harus segera menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga etnis Rohingya di negaranya.

"Pembakaran desa-desa Rohingya oleh tentara dan polisi Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan. Myanmar harus menghentikan tindakan ini," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Rabu (30/8).

Jika pemerintah Myanmar tidak melakukannya, dia mendesak pemerintah Indonesia mengevaluasi hubungan bilateral dengan Myanmar.


"Sebagai negara yang sudah lama bersahabat dengan Myanmar, kami khawatir tindakan pembersihan etnis akan mengancam stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Dia juga mengingatkan pemerintah Myanmar tentang gelombang manusia kapal Rohingya pada tahun 2012-2015 lalu. Para pengungsi tersebut saat ini diterima oleh tiga negara, Indonesia, Thailand dan Malaysia.

"Kami tidak ingin aksi kekerasan di Myanmar akan membuat negara-negara ASEAN lain berada kesulitan akibat pengungsi,” ujar Ketua Bidang Luar Negeri DPP Partai Golkar ini.

Meutya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Luar Negeri RI untuk menyelesaikan kekerasan terhadap masyarakat Rohingya di Myanmar.

Bahkan, dia mendukung agar tekanan yang lebih keras diberikan terhadap Myanmar.

"Pendekatan lain juga bisa dilakukan melalui organisasi tingkat regional maupun internasional. Indonesia bisa bawa permasalahan ini ke PBB, untuk dilakukan sidang darurat," kata mantan wartawan ini. [ald]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

UPDATE

Prabowo Harus Siapkan Langkah Antisipatif Ketahanan Energi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:59

Beckham Jawab Keraguan dengan Tampil Trengginas di GBK

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:48

Daftar 97 Pinjol yang Didenda KPPU Imbas Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 03:28

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Wejangan Ray Dalio

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:45

Ketua DPD Dorong Pembangunan Fondasi Sepak Bola Lewat Kompetisi

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:29

KPPU Denda 97 Pinjol Buntut Praktik Kartel Suku Bunga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:59

Purbaya Disentil Anas Urbaningrum Usai Nyemprot Ekonom Kritis

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:33

Serius Bahas PP Tunas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 01:18

Polri Didesak Audit Dugaan Aliran Dana Asing ke LSM

Sabtu, 28 Maret 2026 | 00:59

Selengkapnya