Berita

Nusantara

Politisi PDIP Bandung Barat Tolak Proyek Kereta Cepat

SELASA, 29 AGUSTUS 2017 | 21:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Politisi PDI Perjuangan yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara, secara tegas menolak proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang digagas Pemerintahan Joko Widodo.

Ia menolak revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung Barat yang disodorkan Bupati Bandung Barat, Abubakar.

"Secara lisan Bupati sudah memberitahu saya pembahasan revisi RTRW karena adanya Kereta Cepat mesti selesai Maret 2018. Tapi saya pastikan DPRD tidak akan membahasnya," tegas Aa, dikutip dari RMOL Jabar, Selasa (29/8).


Aa menilai kereta cepat hanya akan dinikmati segelintir orang berduit, sementara masyarakat Bandung Barat yang dilintasi rel kereta cepat hanya menjadi penonton.

"Apa keuntungan masyarakat Bandung Barat dengan terbangunnya kereta cepat? Tidak ada," jelas bakal calon Bupati Bandung Barat ini.

Meskipun proyek nasional, dirinya tidak mau begitu saja mengikuti aturan dari pusat selama itu berdampak negatif terhadap masyarakat Bandung Barat.

Ia bahkan bersiap pasang badan jika RTRW Kabupaten Bandung Barat yang sudah ditetapkan harus direvisi hanya karena menyesuaikan dengan proyek kereta cepat.

"Silakan saja kalau mau lanjut, asal jangan melintas di KBB atau pemberhentian terakhirnya di Kabupaten Purwakarta," tekannya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya