Berita

Yingluck Shinawatra/Net

Dunia

JENDELA DUNIA

Yinluck Kabur Ke Luar Negeri

Ikuti Jejak Thaksin
SENIN, 28 AGUSTUS 2017 | 08:09 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra dikabarkan lari dari hukum dengan kabur ke luar negeri, sehari sesudah sidang kasus dugaan korupsi yang dituduhkan kepadanya. Aksi lari dari masalah ini, sebelumnya pernah dilakukan kakak Yingluck, yaitu Thaksin Shinawatra.

Kabar kaburnya Yingluck disampaikan sumber yang berasal dari partainya, Puea Thai. Disebutkan, PM wanita pertama di Thailand itu kabur, Sabtu (26/8). Tepatnya satu hari selepas dia mangkir dari persidangan kasus dugaan korupsi yang diduga dilakukannya di tahun 2008.

"Kami dengar dia sudah pergi ke Kamboja dan kemudian ke Singapura yang dari situ dia terbang ke Dubai. Dia sudah tiba dengan selamat dan kini telah berada di sana," kata seorang anggota senior Partai Puea Thai yang menolak namanya disebutkan.


Sumber-sumber di Partai Puea Thai memberikan kronologi pelarian Yingluck. Politisi cantik ini dikabarkan lebih dulu kabur ke Kamboja dan ke Singapura menggunakan pesawat, kemudian melanjutkan penerbangan ke Dubai.

Diduga, Yingluck mengikuti jejak sang kakak, Thaksin Shinawatra yang lebih dulu sebagai eksil atau pelarian politik, setelah menolak putusan pengadilan korupsi yang menjebloskannya ke penjara tahun 2008. Di Dubai, Thaksin dikabarkan hidup nyaman dan memiliki rumah.

Soal Yingluck kabur ke Dubai via Singapura, Kepala Deputi Kepolisian Thailand, Jenderal Srivara Rangsibrahmanakul mengatakan polisi tidak memiliki jejak Yingluck yang meninggalkan Thailand.

Sementara Reuters yang berusaha menemui Thaksin di rumah ekslusifnya di Emirates Hills, Dubai dicegat oleh penjaga keamanan rumah. Juru bicara Thaksin tidak memberikan penjelasan.

"Saya tahu kebanyakan orang senang Yingluck meninggalkan negara ini. Mulai sekarang kelompok Kaus Merah akan melakukan sedikit aktivitas karena tekanan militer," ujar seorang pemimpin kelompok Kaus Merah yang menolak namanya disebut demi keselamatannya.

Sebelumnya, sekitar 3.000 orang pendukung Yingluck berkumpul di halaman pengadilan di Bangkok, Jumat 25 Agustus 2017 untuk mendengarkan vonis hakim. Namun Yingluck tidak kunjung muncul dalam persidangan.

Pengadilan kemudian membacakan pernyataan dari Yingluck bahwa dia menderita sakit di telinganya sehingga tidak bisa hadir di persidangan.

Pengadilan menolak alasan itu dan memundurkan pembacaan putusan menjadi tanggal 27 September. Pengadilan juga mengeluarkan perintah penahanan terhadap Yingluck. Kepolisian imigrasi mengatakan mereka akan menangkap Yingluck jika ditemukan. ***

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya