Berita

Pertahanan

KPAI Apresiasi Keberhasilan Polri Bongkar Kelompok Penyebar Hoax

KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 21:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi keberhasilan Kepolisian dalam membongkar kelompok Saracen, jaringan yang diduga menyebar hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

KPAI juga berharap Kepolisian berhati-hati dalam penanganan kasus tersebut bila terkait dengan anak-anak. Mengingat, ada 800 ribu akun di media sosial yang mereka kelola.

"Karena tidak bisa dipungkiri dari ribuan akun tersebut dimungkinkan, ada anak0anak menjadi jaringan Kelompok Saracen ini. Oleh sebab itu kita minta Kepolisian untuk memilah dan menggunakan UU Perlindungan Anak dan sistem Peradilan Pidana Anak dalam menanganan kasus ini," jelas Komisioner KPAI Jasra Putra Kamis malam (24/8).


Jasra mengungkapkan beberapa bulan dirinya bertemu dengan Presiden Jokowi. Disitu disinggung juga terkait perlunya edukasi anak dalam ruang publik terutama media sosial yang memungkinkan anak menjadi generasi pendendam.

"Karena tidak semua anak bisa memahami secara utuh terkait informasi hoax yang diduga diproduksi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan cara pelibatan anak," kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Apalagi Indonesia akan menghadapi perhelatan demokrasi Pilkada serentak 2018 yang diikuti 171 daerah. Pihak penyelenggara, pengawas serta calon kepala daerah diingatkan untuk tidak melibatkan anak dalam melakukan kampanye dalam media sosial.

"Jadi kita minta semua pihak untuk melindungi anak-anak kita dari berita-berita hoax dengan menghadirkan media sosial yang ramah terhadap anak dalam rangka membangun partisipasi positif unk kepentingan terbaik bagi anak Indonesia," tandasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Tim Hukum Febrie Curiga Ada Nama Pejabat Kejagung Dicatut terkait Duit Rp40 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 04:16

Merawat Aceh, Memprioritaskan Kepentingan Rakyat

Rabu, 09 September 2026 | 04:04

Polda Banten-Basarnas Maksimalkan Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Rabu, 09 September 2026 | 03:32

Bahaya Abu Vulkanik bagi Penerbangan: Ancaman Tak Kasat Mata yang Mematikan

Rabu, 09 September 2026 | 03:22

PDIP Tafsirkan Pidato AHY: Bisa Jadi Pesan untuk Presiden Menuju 2029

Rabu, 09 September 2026 | 03:09

Wow! Hadiah Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp10,25 Miliar

Rabu, 09 September 2026 | 02:52

Sekolah Tatap Muka di Lampung Batal Gegara Anak Krakatau Kembali Erupsi

Rabu, 09 September 2026 | 02:14

Survei Digdaya: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 56,3 Persen

Rabu, 09 September 2026 | 02:01

Pencarian 8 Orang Hilang Kontak di Selat Sunda Terkendala Arus Kencang

Rabu, 09 September 2026 | 01:34

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Selengkapnya