Berita

Foto/Net

Bisnis

KAI Sediakan Kereta Lokal Layani Transportasi Karawang

Kota Industri Terus Berkembang
KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 08:54 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyambut positif pengembangan kota industri di Karawang Jawa Barat. Untuk memenuhi kebutuhan layanan moda transportasi Kereta Api (KA) di kawasan Timur Jakarta tersebut, KAI berencana menyediakan Kereta Rel Listrik yang menjangkau Karawang hingga Cikampek.

 Ditahap awal, Kereta rel listrik (KRL) ini bakal beroperasi hing­ga Cikarang, dan rencananya diresmikan di Bulan Septem­ber 2017. "Sementara untuk melayani kebutuhan Kereta Api di Karawang-Cikampek-Purwakarta, KAI masih meman­faatkan rangkaian kereta lokal yang berhenti di stasiun-stasiun tersebut," tutur Senior Manager Humas KAI DAOP I Jakarta, Su­prapto kepada Rakyat Merdeka.

Lintasan KRL dari Bekasi hingga Cikarang ini nantinya akan melewati 5 stasiun yang meliputi Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Tambun, Stasiun Cibi­tung, Stasiun Telaga Murni, dan Stasiun Cikarang.


Proyek pembangunan stasiun, dan kabel persinyalan serta lis­trik dilakukan bersamaan dengan pembangunan rel ganda Double Double Track (DDT), sehingga Manggarai hingga Cikarang memiliki 4 lintasan. Diharapkan, DDT akan membuat pergerakan KRL dan kereta jarak jauh bisa dilakukan terpisah.

Direktur Jenderal Pengem­bangan Perwilayahan Indus­tri Kementerian Perindustrian Imam Haryono memproyeksi­kan, Karawang bakal menjadi kawasan industri bertaraf in­ternasional yang membutuhkan moda transportasi terintegrasi dan memadai.

"Dalam waktu dekat akan hadir Karawang New Industry City. Konsep yang dikembangkan selaras dengan konsep pengembangan kawasan industri yang diusung Pemerintah, yakni melibatkan masyarakat sekitar, ramah lingkungan, didukung kemajuan teknologi dan inovasi dalam mewujudkan kota industri cer­das (smart industrial city) yang mensinergikan pengembangan ka­wasan industri ramah lingkungan (eco industrial park) dan kota cerdas (smart city)," ujarnya.

Dijelaskan, Karawang New Industry City memiliki lima klaster yang terdiri klaster Suku Cadang Otomotif (Automotive Parts), Material Konstruksi Ra­mah Lingkungan (Green Construction Material), Elektronik (Consumer Electronic), Logistik dan Pergudangan (Logistic and Warehousing), serta Inovasi UKM (SME Innovation).

Menurut Imam, perkembangan kawasan industri dalam dua tahun terakhir sangat pesat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kawasan industri baik dari sisi jumlah maupun luasan.

Dari sisi jumlah, terjadi pening­katan sebesar 17,56 persen dari 74 kawasan industri pada tahun 2014 menjadi 87 kawasan industri di tahun 2016. Sementara dari sisi luas, mengalami peningkatan sebesar 64,67 persen dari 36.295 hektar menjadi 59.767 hektare.

Dikerjakan BUMN

Bupati Karawang Cellica Nur­rachadiana menyatakan, kerja sama strategis antara pemerintah daerah, BUMN dan investor da­lam mengembangkan Karawang New Industry City akan memas­tikan terbukanya pintu lapangan kerja baru di Karawang.

Selain itu, terlaksana juga pembangunan infrastruktur yang berkelas dunia, dan me­mastikan Karawang menjadi daerah kantong ekonomi baru yang sesuai dengan visi Pemerintah Pusat.

"Karawang memang telah menjadi wilayah yang dilirik banyak pihak karena tingginya intensitas pembangunan ber­skala nasional. Terhitung ada enam proyek nasional yang akan melibatkan Karawang, yaitu pembangunan Elevated Toll Cikampek, Light Rail Transit (LRT), Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, pembangunan Toll Transjawa, dan pembangunan jalur kereta cepat," ujar Cellica.

Selain infrastruktur, Kara­wang juga merupakan salah satu daerah potensial di Indonesia da­lam hal industri. Banyak raksasa otomotif dunia dan perusahaan elektronik global bermarkas di Karawang.

"Tidak hanya terkait pengem­bangan daerah, kondisi ini akan menstimulus terciptanya masyarakat yang berkualitas dan cerdas yang tumbuh dari warga lokal Karawang sehingga men­ciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing secara global," tegas Cellica. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya