Berita

Budi Waseso/Net

Hukum

Keren Nih, Pak Buwas Bakal 'Dor' Artis Terlibat Narkoba

Netizen Tunggu Bukti
KAMIS, 24 AGUSTUS 2017 | 08:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ancaman Budi Waseso untuk menembak artis yang terlibat jar­ingan narkoba mendapat dukungan masyarakat dunia maya. Netizen sudah muak dengan banyaknya artis yang tertangkap narkoba, namun begitu mudah mendapatkan kebebasan den­gan dalih rehabilitasi.

 Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini mengaku geram dengan maraknya artis yang tertangkap karena menggunakan narkoba. Bahkan pria yang akrab disapa Buwas ini mencium adanya keterlibatan artis dalam peredaran barang haram tersebut.

"Teman-teman artis masih banyak (pakai narkoba). Bahkan, ada yang masuk dalam kelompok jaringan, dan ini udah berat," ujar Buwas usai pemusnahan barang bukti narkoba di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, kemarin.


Bagi artis yang terkibat dalam jaringan narkoba, lanjut Buwas, ma­ka pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak. Bila perlu, Buwas memerintahkan anak buahnya untuk tidak ragu menembak di tempat, artis yang terbukti masuk dalam jaringan pengedar narkoba.

"Mudah-mudahan mereka segera berhenti. Karena apa, kita akan tin­dak tegas dan keras. Jangan sampai nanti ada artis yang dijadikan contoh karena melakukan perlawanan harus kita tembak," ucap dia.

"Kalau akibatnya meninggal, itu konsekuensinya. Dalam kacamata penegakan hukum, tidak ada perbe­daan perlakuan," tambah Buwas.

Ancaman yang disampaikan Buwas ini pun langsung direspon oleh pegiat dunia maya. "Bagus drpd cm di rehabilitasi yg cm menghabiskan uang negara," kicau akun @BoeariMarumama.

"Setuju selain artis, rakyat pun tembak aja bikin susah generasi penerus," kata akun @Londorundunk.

"Ditunggu ya pak Buwas berita penembak artis yang doyan narkoba biar. Terlalu banyak yang terlibat dan sudah menjadi claster," cuit akun @ marpaung913.  "Masukan kandang buaya lebih afdol...," kata akun @ DjanCoek.

Akun @7dragonpower malah mengusulkan tembak mati di tembak, seperti yang dilakukan Presiden Filiphina. "Benar pak Buwas karena hukumannya ditunda-tunda, masih sempat menghirup udara segar, langsung tembak mati ajalah biar langsung habis sampai akar-akarnya seperti Duterte di Philipina," cuitnya.

Sementara akun @glpromozar menilai keterlibatan artis dalam bisnis narkoba lantaran disebabkan sepi job. "Job artis sepi mereka bera­lih profesi menjadi penjual narkoba," kicaunya.

"Bukan salah pergaulan tapi udah niatan. Jika artis bergaul dengan kuli bangunan berarti salah pergaulan juga ya?," cuit akun @ekslo.

"Indonesia Panen Artis Narkoba, Sapu Bersih, Kalau Perlu Potong Satu Generasi Dunia Entertainment. #artisnarkoba," ujar akun @DimasUstadCinta.

Sementara akun @ubregista men­gaku geram dengan mudahnya pem­berian status rehabilitasi bagi artis yang tertangkap narkoba sehingga tidak membuat jera.

"Narkoba dikalangan artis enak karena umumnya direhab tidak meringkuk di LP," tulisnya.

"Artis adalah segalanya. Pakai narkoba direhab, banyak yang dukung, rating naik, laku dijual me­dia," timpal @l2013021088.

"Gimana artis tidak takut main narkoba, ancamannya sih sampai 12 thn penjara, buktinya ? Artis kena narkoba dibui 1 thn modus rehabili­tasi," sindir akun @DwiCuiz.

"Enak jadi artis dikit-dikit rehap. Coba rakyat kecil yang kena langsung masuk," protes akun @blemod.

Namun Komjen Buwas memban­tah soal kemudahan izin rehabilitasi bagi artis yang tertangkap karena narkoba. Bahkan bekas Kabareskrim Polri ini juga mengelak bila disebut ada tindakan suap dibalik rehabili­tasi tersebut.

"Kami tidak sembarangan mem­berikan izin karena rehabilitasi harus melalui penilaian apakah pengguna perlu direhabilitasi atau tidak. ka­lau memang mendesak dilakukan rehabilitasi untuk menyelamatkan nyawa, ya kami dahulukan rehabili­tasi sambil berjalan penyelidikan," terang Buwas.

Pemberian rehabilitasi bagi pecandu narkoba, menurut Buwas, dilakukan untuk mencegah agar yang bersangkutan bisa diobati dan tidak menjadi lebih parah. "Kalau orang tidak mau direhabilitasi, dia tetap menjadi incaran bandar. Jadi para ban­dar ini bisa tetap memperdagangkan barang-barangnya," jelasnya.

Sementara itu, di forum kaskus, ada sejumlah netizen yang apatis dengan ancaman Buwas itu. Mereka tidak yakin Kepala BNN berani me­nembak artis yang terlibat narkoba. "Palingan juga omdo," sentil akun Ekido.

"Extra judicial killing berlaku tah? Siap-siap kamar mayat pen­uuuuh," timpal 1stlph, tampak kurang yakin.

Akun Ultramen.T juga tampak ragu. Ia khawatir jika wacana itu akan dipatahkan dengan opsi re­habilitasi. "Kalau masih sekedar wacana biasanya akan lebih mu­dah dipatahkan, coba ada satu atau dua sebagai percontohan. Permasalahannya artis ini dananya juga cukup kuat, biasanya berakir dengan rehabilitasi, beda sama orang awam yang lebih cepat kepro­ses hukumnya," cibirnya.

"Bila artisnya mengedarkan pakai kapal milik yang ono bagaimana Pak?," tanya akun bimil.

Sementara akun farthard.ngebas bersemangat menyikapi rencana Buwas ini. Sembari berseloroh ber­sedia dipercaya untuk menembak artis yang terlibat narkoba. "Kalo artisnya cakep & bohay biar ane aja yang nembak pak," usul dia.  ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya