Berita

Din Syamsuddin

Politik

Terkait Kasus First Travel, MUI: Kemenag Harus Tanggung Jawab

RABU, 23 AGUSTUS 2017 | 20:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penipuan calon jamaah umroh yang dilakukan First Travel terjadi karena lemahnya pengawasan dari pemerintah. Bahkan mungkin ada pengabaian, ada pembiaran, sehingga hal-hal seperti ini dibiarkan.

"Begitu ada masalah besar, kita ribut-ribut semua," kata Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, Din di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (23/8), seperti dilansir RMOLJakarta.

Karenanya, Din berharap, Kementerian terkait, yakni Kementerian Agama harus ikut bertanggung jawab, tidak hanya secara hukum, tapi juga secara moral.


"Jangan anggap remeh hampir 60 ribu jamaah menjadi korban," tegasnya. [Baca: Din Syamsuddin Harap Ada Tindakan Hukum yang Keras Dalam Kasus First Travel]

Oleh karena itu, kata dia, kasus ini perlu diusut setuntas-tuntasnya. Terkait aliran dana, dia meminta untuk menunggu hasil pemeriksaan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Dia juga mengingatkan, kasus first travel ini harus menjadi pelajaran supaya tidak terulang lagi. Dia juga meminta kepada semua pihak penyelenggara perjalanan umrah dan haji perlu menyadari bahwa kegiatan bisnis ini berbeda dengan bisnis lain.

"Berbeda dengan agen-agen pariwisata lain, ini bukan pariwisata, bukan wisata, walaupun ada dimensi wisata. Tapi ini adalah ibadah. Makanya membantu jamaah-jamaah untuk ibadah, selain juga dapat pahala," ungkapnya.

"Jangan kemudian ladang ini dijadikan ladang komersial, jor-joran biaya mahal, ya saya mengetahui travel umrah haji ada tarifnya luar biasa mahal, untuk haji plus padahal ya fasilitasnya tidak seberapa bisa sampai 100 juta 200 juta," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya