Berita

Politik

AHY: Indonesia Butuh Generasi Penerus Yang Tidak Gagap Perubahan

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 20:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Untuk menghadapi tantangan global yang semakin keras dan sengit, Indonesia membutuhkan generasi penerus yang siap dan tidak gagap ketika menghadapi perubahan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, kala berceramah tentang Indonesia Emas 2045 serta patriotisme abad 21 dalam Mimbar Pemuda Nusantara di Pacitan, Jawa Timur, kemarin.

"Sekarang zaman sudah semakin canggih, dengan adanya smartphone kita bisa mengetahui apa saja karena kemajuan teknologi. Banyaknya media sosial saat ini mempermudah kita memperoleh informasi. Sedikit-sedikit cek status, cek status teman, cek status mantan, cek gebetan mantan yang baru, stalking mantan, bikin enggak bisa tidur," ucap AHY, seperti di dalam rilis yang diterima redaksi.


Putra sulung presiden ke-6 Indonesia itu menyampaikan ceramahnya dengan santai, sambil sesekali turun dari panggung berjalan ke tengah-tengah peserta. AHY cair bercengkerama dengan para peserta bercerita mengenai pengalaman pribadinya untuk menggambarkan perbedaan tantangan yang dihadapi generasinya dengan generasi muda sekarang.

AHY mengatakan, dalam waktu 28 tahun lagi Indonesia akan berusia 100 tahun di tahun 2045. Untuk menghadapi tantangan global yang semakin keras dan sengit dibutuhkan generasi penerus yang siap dan tidak gagap ketika menghadapi perubahan itu.

Dia tambahkan, TYI berupaya menyiapkan generasi unggul Indonesia yang memiliki tiga aspek. Pertama, intellectual capacity and curiosity. Artinya, kapasitas intelektual dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap sesuatu.

Yang kedua dan ketiga adalah karakter dan integritas yang baik, serta pembinaan yang efektif. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya