Berita

Bisnis

Apa Bedanya Reksa Dana Dolar Dan Reksa Dana Rupiah?

SENIN, 21 AGUSTUS 2017 | 16:38 WIB

APAKAH Anda pernah mendengar tentang reksa dana dolar dan reksa dana rupiah? Mungkin Anda sudah mengetahuinya atau pernah mendengarnya, bahwa berinvestasi di reksa dana dapat dilakukan dalam mata uang rupiah dan dolar.

Tetapi apa perbedaan reksa dana dolar dan reksa dana rupiah? Bagaimana keunggulan masing-masing reksa dana tersebut? Mari kita simak informasinya di rubrik kali ini.
    
Reksa Dana Dolar



Reksa Dana adalah salah satu instrumen investasi yang cukup banyak digemari oleh masyarakat. Selain relatif lebih aman, reksa dana juga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik dibandingkan menabung. Dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur tentang pedoman Kontrak Investasi Kolektif, mata uang yang diperbolehkan untuk suatu reksa dana ada 3 yaitu rupiah, dolar dan euro.

Namun dalam praktiknya, baru dua yang digunakan yaitu rupiah dan dolar.  Jadi, manajer investasi bisa menggunakan mata uang rupiah ataupun dolar dalam mata uang yang dibentuknya. Berdasarkan jenisnya, praktis, tidak ada perbedaan antara reksa dana rupiah dan reksa dana dolar.

Artinya, jika ada reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, terproteksi, dengan mata uang rupiah, maka diperbolehkan membuat jenis reksa dana yang sama dengan mata uang dolar.
 
Jadi, ada reksa dana pasar uang dolar, pendapatan tetap dolar, campuran dolar, saham dolar dan terproteksi dolar. Meski belum terlalu banyak, jumlah reksa dana ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Lalu apa perbedaannya dengan reksa dana rupiah?

Perbedaan Reksa Dana Dolar dan Reksa Dana Rupiah

Di bawah ini ada beberapa perbedaan yang harus Anda pahami sebagai investor.

#1 Harga Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana
Perbedaan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan antara reksa dana rupiah dan reksa dana dolar adalah pada harga NAB awal reksa dana tersebut, dimana jika reksa dana rupiah, harganya selalu dimulai dari Rp1.000, tetapi reksa dana dolar harganya selalu dimulai dari US$1.

Perbedaan lain adalah pada jumlah angka di belakang koma. Pada umumnya harga reksa dana rupiah menggunakan 2 hingga 4 angka di belakang koma, tetapi untuk reksa dana dolar dipastikan minimal menggunakan 4 angka di belakang koma.
 
#2 Biaya Transfer Dana
Untuk melakukan pembelian reksa dana rupiah atau reksa dana dolar, biasanya investor harus menggunakan cara transfer dari rekening tabungan atas nama sendiri. Tetapi yang menjadi kendala utama adalah rekening tabungan dolar belum terlalu banyak dikenal oleh masyarakat.

Selain itu, tidak semua bank memiliki fasilitas tabungan dolar dan nominal awal pembukaan rekening tabungan dolar juga relatif besar. Yang paling memberatkan adalah biaya transfer dolar yang relatif mahal apabila antar bank yang berbeda.

Berbeda dengan biaya transfer tabungan dalam bentuk rupiah, di mana hanya dikenakan biaya transfer antar bank.

Transfer menggunakan mata uang dolar akan dikenakan berbagai biaya, mulai dari biaya komisi bank pengirim, biaya bank koresponden, biaya same day (agar uang diterima pada hari yang sama) dan biaya full amount (agar nominal yang diterima sesuai dengan yang dituliskan).

Total dari biaya-biaya di atas dapat mencapai puluhan hingga ratusan dolar tergantung nominal transaksi yang dijalankan. Untuk meminimalkan biaya tersebut, sebaiknya menggunakan rekening tabungan dolar di bank yang sama dengan bank kustodian reksa dana karena hanya akan dikenakan biaya pindah buku saja jika ada.

#3 Risiko Nilai Tukar Mata Uang
Sesuai dengan peraturan OJK, ketentuan instrumen investasi yang diperbolehkan bagi reksa dana dolar adalah pasar uang, obligasi dan saham. Kemudian dari 100% dana yang dimiliki, maksimum yang boleh diinvestasikan ke luar negeri adalah 15%, dengan kata lain minimum 85% harus ditempatkan pada instrumen investasi dalam negeri.

Perbedaan antara mata uang instrumen investasi yang dibeli dengan mata uang reksa dana akan menyebabkan timbulnya risiko kurs pada reksa dana tersebut. Sebagai ilustrasi:

Investor menempatkan US$10.000 pada reksa dana dolar ketika kurs Rp10.000 per dolar atau setara Rp100 juta. Manajer Investasi kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli saham dengan harga Rp10.000 per lembar, atau diperoleh 100.000 lembar.

Setahun kemudian harga saham naik menjadi Rp12.000 atau naik 20%, namun nilai tukar kurs menjadi Rp13.000 per dolar. Maka, nilai investasi milik investor adalah Rp12.000 dikali 100.000 lembar menjadi Rp120 juta.

Kemudian, dikurskan ke dolar yaitu Rp120 juta dibagi 13.000 = US$9.230 atau turun US$770 dari nilai investasi awal.

Sebaliknya, dalam skenario lain misalkan, setelah 1 tahun harga saham naik menjadi Rp12.000 atau naik 20% dan nilai tukar kurs menjadi Rp9.000 per dolar. Maka nilai investasi akan menjadi Rp12.000 dikali 100.000 lembar = Rp120 juta. Kemudian dikurs ke USD yaitu Rp120 juta dibagi 9.000 = US$13.333.

Dengan kata lain, risiko nilai tukar mata uang ibarat pedang bermata dua.

Ketika kurs rupiah melemah terhadap dolar, maka akan membuat kinerja reksa dana berkurang. Sebaliknya jika kurs rupiah menguat terhadap dolar, maka reksa dana akan mendapatkan keuntungan ganda dari kenaikan harga saham dan nilai tukar mata uang.

Perlu diperhatikan bahwa risiko nilai tukar mata uang ini hanya terjadi pada reksa dana saham dan campuran dalam mata uang dolar, yang memiliki komposisi dominan pada mata uang rupiah. Pada reksa dana pendapatan tetap, pasar uang dan terproteksi dalam mata uang dolar, pada praktiknya tidak ada sama sekali risiko ini karena seluruh penempatannya pada instrumen berbasis dolar.

Berinvestasi Secara Tepat Dan Terdiversifikasi


Hal yang terpenting dalam berinvestasi sebenarnya bukan terletak pada apakah investasi secara dolar atau rupiah yang terbaik untuk Anda, tetapi untuk tujuan apakah Anda berinvestasi.

Dengan mengetahui tujuan investasi Anda, Anda dapat menentukan secara tepat, apakah reksa dana dolar atau reksa dana rupiah, yang merupakan reksa dana yang paling baik dan tepat untuk Anda. Banyak investor yang menginvestasikan dananya dalam bentuk dolar, biasanya untuk dana pendidikan anak mereka di luar negri.

Selain itu, Anda juga dapat berinvestasi di keduanya untuk mendiversifikasi investasi Anda. Selamat berinvestasi reksa dana.

Apakah rubrik kali ini membantu Anda dalam memahami reksa dana rupiah dan dolar dengan lebih baik lagi? Bagikan informasi ini untuk menambah wawasan teman-teman Anda tentang reksa dana.

Melvin Mumpuni, CFP, QWP
www.Finansialku.com

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya