Berita

Prakoso BS/Humas Kemenkop UKM

Kemenkop Dan UKM Apresiasi Timeless Indonesia Festival II

MINGGU, 20 AGUSTUS 2017 | 11:35 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM memberikan apresiasi tinggi pada pembukaan "Timeless Indonesia Festival II (TIF)" di Kab Badung, Bali, Sabtu (19/8), yang diikuti oleh tujuh kerajaan dan kesultanan.

Ketujuh kerajaan dan kesultanan itu adalah kerajaan Sumedang Larang, kerajaan Klungkung, kerajaan Buleleng, Kedatuan Luwu, kerajaan Cirebon Kesultanan Deli, xan kesultanan Bulungan (Kaltara).

"Kemenkop dan UKM sangat concern dengan majunya pariwisata yang menonjolkan kekayaan adat dan budaya Indonesia ini, karena itu layak mendapat apresiasi," ujar Prakoso BS, Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM, usai membuka TIF 2017.


Prakoso berharap festival ini jangan hanya berhenti disini saja, namun juga mesti diikuti peningkatan kualitas layanan terhadap turis lokal maupun mancanegara.

Prakoso memberi contoh, Koperasi dan UKM yang mengelola homestay, dan para pemandu wisata (tour guide)  perlu mengikuti pelatihan kompetensi pariwisata yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan pelayanan kepada wisatawan.

Pelatihan itu kata dia, khusus menyasar dan diperuntukkan bagi Koperasi dan UKM pengelola homestay dan tour guide (pemandu wisata).

"Era kompetisi telah merebak ke segala bidang dan merambah ke segenap kegiatan Koperasi dan UKM tanpa terkecuali," katanya.

Ia berpendapat, kondisi ini menjadi tantangan bagi pengembangan Koperasi dan UKM terutama para pengelola homestay dan tour guide bidang pariwisata yang dinilai juga sedang menghadapi tantangan yang sangat kompleks.

"Mereka menghadapi banyak tantangan mulai dari ketatnya persaingan dan tuntutan konsumen (Customer Demand) yang sehingga dibutuhkan SDM yang berkualitas dan profesional," katanya.

"Masalah yang berkaitan dengan kompetensi khususnya bagi SDM Koperasi dan UKM bidang kepariwisataan merupakan salah satu isu nasional bahkan global untuk menunjang pembangunan berkelanjutan," katanya.

Untuk mengantisipasi dampak yang mungkin muncul, Prakoso mengatakan, maka arah pengembangan SDM Koperasi dan UKM bidang pariwisata ditekankan pada penguasaan kompetensi di masing-masing bidang agar dapat bersaing ditingkat lokal, regional, nasional, bahkan internasional.

Pelatihan yang dilaksanakan itu tidak hanya memberikan materi tentang pengelolaan dan pelayanan terhadap para konsumen baik homestay maupun tour guide, akan tetapi juga diikuti dengan uji kompetensi untuk mendapatkan Sertifikat Kompetensi

Diharapkan Koperasi dan UKM pengelola homestay dan tour guide akan lebih mampu dan profesional dalam menjalankan pekerjaannya.

Genjot Pariwisata

Sementara itu Ketua Yayasan Konderatu, selaku penyelenggara, Herlinda Siahaan, mengatakan, TIF merupakan festival seni budaya dan pameran peninggalan kejayaan kerajaan/kesultanan Nusantara dengan tujuan mendukung peningkatan sektor pariwisata.

Tujuh kerajaan dan kesultanan itu memeriahkan TIF dengan serangkaian penampilan tari tradisional, atraksi budaya, hingga peragaan busana.

Tema yang diambil dalam TIF 2017 adalah "Bhinneka Tunggal Ika". Hal ini menurut dia, didasari atas semangat kebangsaan yang tinggi untuk lebih mempersatukan Bangsa Indonesia di tengah-tengah tantangan baik dari dalam dan luar negeri.

Selain pertunjukan dari tujuh kesultanan dan kerajaan, TIF juga akan dimeriahkan dengan pameran kebudayaan bertajuk "Gallery Gerbang Nusantara".

Di dalamnya terdapat pameran benda-benda bersejarah, pameran UKM dari tiap-tiap Dekranasda provinsi, pameran wisata alam, workshop kerajinan, kuliner Nusantara dan talk show seni dan budaya.

Pameran di Gallery Gerbang Nusantara mengutamakan pameran destinasi pariwisata setiap provinsi.

Direncanakan pada TIF III yang akan digelar Maret 2018 sudah dapat diikuti oleh 34 Provinsi di Indonesia.

"Mulai tahun depan dan seterusnya direncanakan mengundang enam kerajaan/kesultanan Nusantara dan satu kerajaan dari negara lain seperti Kesultanan Brunei atau yang lain. Untuk tahun ini TIF sekaligus merayakan HUT NKRI dan mendeklarasikan persatuan bangsa," kata Herlinda.[wid/***] 

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya