Berita

Foto: Net

Indonesia-Filipina Bahas Instrumen Perlindungan Pekerja Migran ASEAN

SABTU, 19 AGUSTUS 2017 | 10:47 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Menteri Ketenagakerjaan RI  M. Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja Filipina H.E. Silvestre H. Bello III pada Jumat 18 Agustus 2017.  Pertemuan yang berlangsung di kantor Kementrian Ketenagakerjaan RI tersebut fokus membicarakan instrumen perlindungan dan promosi hak-hak pekerja migran di ASEAN.

Pertemuan bilateral ini mempunyai arti penting mengingat kedua negara sama-sama sebagai pengirim pekerja migran (sending country) terbesar di ASEAN. Saat  ini Filipina juga menjabat sebagai Ketua ASEAN.

“Kami intensif membicarakan instrument perlindungan hak-hak pekerja migran  yang dapat disepakati oleh semua anggota ASEAN, termasuk perlindungan untuk anggota keluarga pekerja migran,” kata  Menteri Hanif usai pertemuan.  


Sebelumnya, Instrumen Perlindungan dan Promosi Hak-Hak Pekerja Migran ASEAN dibahas pada acara Senior Labour Official’s Meeting (SLOM) yang diselenggarakan di Manila, Filipina pada Maret lalu.

Hanif mengatakan Indonesia dan Filipina sangat berkepentingan pada upaya perbaikan sistem perlindungan dan peningkatan keahlian buruh migran, karena Indonesia dan Filipina menjadi salah satu negara dengan jumlah buruh migran yang besar.

Menaker Hanif mengatakan, pertemuan bilateral  difokuskan pada pembahasan  mengenai isu status instrument, perlindungan hak- hak pekerja migran, serta perlindungan untuk anggota keluarga pekerja migran  juga mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya yang harus ditempuh untuk penyelesaian penyusunan instrumen tersebut.

Di tingkat ASEAN, kedua negara mengusulkan peningkatan dialog negara pengirim dan penerima mengenai, tukar informasi pasar kerja, peningkatan  pengakuan keahlian, dan  pembentukan jejaring kerja antar pengawas ketenagakerjaan. Indonesia juga mengusulkan pembahasan khusus mengenai kelompok pekerja migran rentan (vulnerable workers), khususnya pekerja domestik dalam konteks kerja sama ASEAN. “Termasuk perlindungan untuk pekerja migran non prosedural,” ungkap Hanif.
            
Menteri Tenaga Kerja Filipina, H.E. Silvestre H. Bello III menyambut baik usulan dari Menaker Hanif terkait perlindungan pekerja migran. “Kami sangat senang dan berterimakasih kepada Menteri Ketenagakerjaan Indonesia M. Hanif Dhakiri atas usulan dan idenya. Saya harap hasil kesepakatan instrumen ini akan lebih meningkatkan perlindungan tenaga kerja migran di kawasan ASEAN nantinya,” kata Silvestre.
           
Pertemuan pembahasan Instrumen ASEAN tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran selanjutnya akan dibahas pada pertemuan Pejabat Senior Kementerian Tenaga Kerja ASEAN (ASEAN Senior Labour Officials’ Meeting/SLOM) Retreat yang akan diselenggarakan pada tanggal 25 -  26 Agustus 2017 di Pasay City, Manila, Filipina.

Hasil Pertemuan Pejabat Senior Kementerian Tenaga Kerja ASEAN (ASEAN Senior Labour Officials’ Meeting/SLOM) Retreat akan dilaporkan kepada Menteri Tenaga Kerja ASEAN (ALMM)  pada pertemuan ALMM on Occupational Safety and Health (OSH) yang akan diselenggarakan di Singapura pada tanggal 3 September 2017, di sela-sela pertemuan the XXI World Congress on Safety and Health at Work 2017. (***)

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya