Berita

Rakyat Mengadu Garam, Daya Beli Dan Tidak Punya Lahan

RABU, 16 AGUSTUS 2017 | 19:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menceritakan pengalamannya saat bertemu langsung mendengarkan keluhan rakyat Indonesia di hadapan Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran Kabinet Kerja.  

"Di Aceh Pak Jokowi saya menyaksikan ekonomi yang bergerak maju dan membangun. Kedai kopi larut malam pun masih buka dan ramai pengunjung," katanya saat Sidang Tahunan MPR di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (16/8).  

Namun ketika mengunjungi Sumatera Utara, Zulkifli menerima banyak keluhan tentang daya beli masyarakat dan kelangkaan komoditas garam.  


"Di Pasar Central Medan saya bertemu Ibu Jubaedah pedagang sembako. Omset turun dan susah dapat garam karena langka di pasar dan mahal," paparnya.  

Zulkifli juga menceritakan pengalaman mengunjungi Sulawesi Selatan yang ekonominya tumbuh pesat. Ternyata kuncinya adalah pembangunan berbasis kerakyatan.

"Di Sulawesi Selatan tambang milik rakyat, pertanian milik rakyat, bahkan sampai warung warung pun semuanya milik rakyat. Inilah kunci pesatnya ekonomi Sulsel," ujarnya.

Hal sebaliknya justru ia temukan di Kalimantan. Dengan lahan dan hutan yang begitu luas tapi jarang yang dimiliki sendiri oleh penduduk setempat.

"Saya bertemu seribu orang dan tanyakan adakah yang punya lahan 50 hektar, tidak ada. Terus sampai tinggal 10 orang hanya segelintir yang memiliki lahan," beber Zulkifli.  

Dia menambahkan, sebagai ketua MPR sudah menjadi tugasnya untuk mendengarkan langsung aspirasi rakyat di seluruh daerah.

"Semoga cerita dan keluhan rakyat ini menjadi masukan untuk pemerintahan Presiden Jokowi," imbuh Zulkifli. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Gus Ipul Cek Perkembangan Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama Manado

Jumat, 12 Juni 2026 | 00:14

Pegawai Imigrasi Jaksel Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kehumasan

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:46

Pengawasan MBG Harus Diperkuat Usai Dadan Dkk Dicokok Kejagung

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:28

Pemerintah Sepakati Kerangka RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dibidik 6,5 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 | 23:02

Piala AFF U-19: Drama VAR Kubur Impian Garuda Muda ke Final

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:56

Mahasiswa Jabar Turun ke Jalan Suarakan RUU Polri dan BBM

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:24

PLN Berhasil Operasikan Tower Emergency, Sistem Kelistrikan Sumut Kembali Normal

Kamis, 11 Juni 2026 | 22:14

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Pertamax Naik Ikuti Harga Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

Target Pendapatan Dipatok Naik, DPR Restui Minuman Manis Kena Cukai

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36

PLN Pulihkan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara 72 Jam Lebih Cepat

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:02

Selengkapnya