Berita

Victor Laiskodat/Net

Politik

Kasus Victor Coreng Citra Nasdem Di Pilkada

SELASA, 15 AGUSTUS 2017 | 13:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kandidat calon yang diusung Partai Nasdem pada Pilkada Serantak 2018 diyakini ikut berdampak buruk karena ulah Ketua DPP Partai Nasdem sekaligus Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Laiskodat.

Demikian disampaikan pengamat politik dari FISIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar, Selasa (15/8), seperti dilansir dari RMOLSumut.

Viktor dilaporkan ke polisi atas perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik atau penghinaan, kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis serta pelanggaran dalam hal penyampaian pendapat di muka umum.


Perkara itu terjadi pada 1 Agustus 2017 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Viktor dituding melanggar UU Nomor 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis juncto Pasal 28 ayat (2), Pasal 45 ayat (2), Pasal 4, Pasal 16, Pasal 156 serta Pasal 156A UU KUHP.

Victor lewat video yang sudah viral menyebutkan empat partai yakni Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat sebagai partai politik yang mendukung negara khilafa dan mengancam keutuhan NKRI.

Shohibul Anshor mengungkapkan Victor juga disebut-sebut melakukan ujaran kebencian terhadap agama Islam. Ujaran kebencian itu dinilai dapat berpengaruh pada pilkada termasuk di Pilkada Sumut 2018.

"Dimana bagusnya partai itu jika si penista agama aja malah didukung. Dan bagaimana masyarakat suka sama partai itu jika kadernya kerap berbicara kebencian terhadap Islam," kata dia.

Menurut Shohibul Anshor, calon gubernur yang didukung oleh parpol yang kerap diidentikkan dengan hal-hal miring tersebut akan ikut terkena dampak.
 
"Semangat persatuan umat Islam itu tinggi, dan bakal calon harus bisa merasionalkan bahwa dukungan partai penista agama adalah syarat mutlak agar bisa maju pada kompetisi Pilkada," tegasnya.

Shohibul Anshor menilai, jika hal tersebut tidak mampu dilakukan oleh bakal calon, maka mudah memprediksi siapa sosok yang akan menjadi gubernur Sumut.

"Buka pendaftaran di KPU saja sudah deras isu mengenai komunis. Apalagi sudah masa kampanye nanti, pasti isu-isu nasional lebih dominan ketimbang isu lokal," tandasnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya