Berita

Dahnil-Novel-Haris

Pertahanan

Novel Senang Diperiksa Penyidik Polri Hari ini Agar Tak Dituding Lagi Sebagai Penghambat

SENIN, 14 AGUSTUS 2017 | 04:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan penjelasan terkait pemeriksaan penyidik KPK Novel Baswedan oleh penyidik Kepolisian di KJRI Singapura hari ini. Pemeriksaan ini terkait kasus penyerangan yang ia alami pada 11 April 2017 lalu.

"Sejak awal Novel Baswedan sudah menyampaikan kepada publik dan kepada kami teman-temannya, 2 minggu awal penyerangan, Novel yakin kasus penyerangannya akan mudah dituntaskan oleh pihak Kepolisian mengingat berbagai informasi intelijen pendahuluan melalui pihak Polisi sendiri, bahwa ada rencana penyerangan terhadap NB. Ditambah dengan peristiwa perampokan yang dialami penyidik lainnya, sebelum penyerangan terhadap NB," jelas Dahnil lewat keterangan tertulis (Senin, 14/8).

Tak hanya itu, sambung Dahnil, Novel juga telah menyampaikan berbagai keterangan terkait insiden yang ia alami kepada Kepolisian, baik kepada penyidik bahkan kepada Kapolda Metro Jaya serta Kapolri ketika berdiskusi dan berkunjung melihat Novel. Meskipun tidak secara formal dalam bentuk BAP, namun informasi itu agaknya cukup untuk membantu polisi menangkap pelaku penyerangan Novel.


"Namun, seiring waktu ternyata berbagai kejanggalan dan proses penyidikan kasus ini muncul. Termasuk masalah waktu yang lama. Sehingga memunculkan pesimisme bahwa kasus ini akan bisa dituntaskan Kepolisian. Sehingga, muncul berbagai alibi seolah kasus ini terhambat karena NB tidak bersedia di-BAP," sambung Dahnil yang pada 24 Juli lalu menemui Novel di Singapura.

Untuk menghindari tuduhan bahwa pemeriksaan lama karena salah satunya Novel tidak bersedia di-BAP, maka penyidik senior KPK itu dengan senang hati segera di-BAP sebelum proses operasi mata yang harus dijalaninya. Tentu sebelumnya pihak penyidik berkonsultasi dengan pihak tim dokter yang menangani Novel Baswedan. "Dan akhirnya, hari ini insyaaallah NB akan di-BAP oleh sekitar 8 orang Penyidik kepolisian di KBRI Singapura," ucapnya.

Dalam pemeriksaan nanti, sambung Dahnil, pada prinsipnya, Novel akan menyampaikan keterangan terkait peristiwa penyiraman yang dia alami usai shalat subuh tersebut. Namun terkait dengan yang lain seperti siapa yang diduga menjadi aktor dan latarbelakang penyerangan, agaknya adalah tugas pihak Kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pembuktian.

"Maka, informasi terkait dugaan aktor dan motif dibelakang penyerangan itu agaknya bisa disampaikan kepada tim yang lebih independent dan kridibel, yakni TGPF yang dibentuk dan dipimpin langsung oleh Presiden RI. Sehingga bisa menjadi pintu masuk dilakukannya penyidikan dan pembuktian yang lebih lengkap," paparnya.

Menurut Dahnil, hal ini penting, untuk menghindari upaya kriminalisasi yang selama ini sering terjadi bila kasus terkait dengan pihak yang berkuasa dan berpengaruh.

"Oleh sebab itu, kami berharap upaya memojokkan Novel sebagai korban yang justru dituduh melakukan penghambatan proses penyidikan sehingga berujung pada kriminalisasi tidak dilakukan oleh pihak Kepolisian. Dan (kami, red) meminta kepada Presiden untuk meninggikan komitmen dalam upaya pemberantasan korupsi melalui penuntasan kasus teror terhadap NB ini dengan cara membentuk TGPF," demikian Dahnil. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya