Berita

Foto/Net

Bisnis

3 Menteri Ditugasin Pantau Harga Beras

Antisipasi Musim Kemarau
SABTU, 12 AGUSTUS 2017 | 09:10 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Jokowi meminta para menteri untuk menjaga harga beras agar tetap stabil. Apalagi, sebentar lagi masuki musim kemarau.

Kemarin, Jokowi sempat me­manggil Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Per­dagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Su­laiman, dan Dirut Bulog ke Istana Negara. Padahal, jadwal bekas Gubernur DKI itu sangat padat.

Darmin mengatakan, per­temuan tersebut membahas soal beras. Soalnya, sebentar lagi akan memasuki musim kemarau. "Ya soal beras, pasokan aman enggak," kata Darmin.


Menurut dia, Jokowi meminta agar tidak ada kenaikan harga beras. Sehingga tidak membe­bani masyarakat, termasuk dari kelompok pangan lainnya sep­erti cabe, bawang, daging sapi serta lainnya. "Intinya harganya jangan bergerak," katanya.

Presiden juga meminta ada pemantauan secara khusus. Acap kali panen seringkali produksinya kurang maksimal karena terganggu hama dan lainnya. "Karena banyak in­formasi ada hama dan macam-macam. Ya kita pantau lah da­lam satu bulan akan ketahuan," tuturnya.

Berdasarkan data sementara, Darmin meyakini, pasokan aman sampai beberapa bulan men­datang. Panen juga masih ber­langsung. Darmin menuturkan, belum ada pembicaraan soal impor beras. "Oktober besok itu ada panen yang cukup besar. Sehingga kalau dari sini ke Ok­tober itu panen masih cukup," ujar Darmin.

Selain itu, kata dia, juga me­nanyakan soal penyaluran Beras Sejahtera (rastra). Diharapkan tidak ada lagi keterlambatan yang besar pengaruhnya ter­hadap angka kemiskinan di Indonesia.

"Bulog mengatakan sanggup untuk melaksanakan penyalu­ran rastra. Jadi ya tidak ada hal yang luar biasa, Presiden hanya memastikan saja," katanya.

Direktur Utama Perum Bu­log Djarot Kusumayakti me­mastikanpasokan beras aman. Rata-rata beras yang diserap oleh Bulog yaitu 250-300 ribu ton per bulan. "Jadi intinya, posisi stok aman aman," katanya.

Menurut dia, bulog juga akan memperluas jaringan untuk peningkatan daya serap beras. Sehingga pasokan beras bisa terjaga dan menghindari lonja­kan harga yang biasanya terjadi jelang akhir tahun. "Biasanya kan menjelang Desember naik, nah untuk itu saya sudah siap," ujarnya.

Djarot memastikan kesia­pannya untuk melangsungkan operasi pasar bila nanti ada tanda-tanda kenaikan harga. Pihaknya juga terus melakukan operasi kecil untuk menstabilkan harga pangan.

Terkait dengan penyaluran rastra, Djarot mengatakan, pa­sokan berasnya aman dan siap disalurkan. "Minggu ini disuruh untuk dua bulan juga siap. Tidak ada masalah, secepat perintah itu juga kami bisa bergerak," pungkasnya.

Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Sutarto Alimoeso mengungkapkan, te­lah menerima laporan beberapa penggilingan telah memasok beras untuk Bulog. "Beberapa penggilingan sudah mengirim­kan untuk Bulog, tapi ada juga yang belum," ujar Sutarto.

Penggilingan yang belum memasok beras pada Bulog memiliki berbagai faktor. Salah satunya Sutarto menjelaskan bahwa terdapat kecenderungan untuk pemenuhan pasar sekitar terlebih dahulu. Setelah kebu­tuhan beras bagi pasar sekitar penggilingan terpenuhi barulah penggilingan akan memberikan pasokan kepada Bulog.

Awas Bibit Palsu


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta, agar Ba­litbang Pertanian untuk terus melakukan pengawasan terhadap kualitas bibit dan benih.

"Kawal dengan baik, tidak boleh ada bibit benih palsu, jan­gan sampai salah, kawal dengan hati-hati karena akan menyesal selama lima tahun. Benih kita anggarkan Rp 5 triliun, kalau salah kita akan menyesal 5-7 tahun kedepan," katanya.

Menurut dia, pertanian itu ujung tombak negeri kita, me­nyelesaikan kemiskinan. Ketah­anan pangan identik dengan ket­ahanan negara. "Rapuh pangan, ketahanan bangsa juga rapuh," imbuhnya. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya