Berita

Gatot Nurmantyo/net

Politik

Ray Rangkuti: Gatot Nurmantyo Hanya Akan Jadi Penari Latar

JUMAT, 11 AGUSTUS 2017 | 18:39 WIB | LAPORAN:

Rencana Partai Amanat Nasional (PAN) untuk membuat poros baru di Pilpres 2019 dengan mengusung Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai jagoan dari PAN dinilai sebagai omongan tidak serius.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menjelaskan, pernyataan PAN yang ingin mengadang-gadang Gatot sebagai calon wakil presiden alternatif pada Pilpres 2019 dari partai berlogo matahari itu hanya untuk melihat atau mengetes peta politik.

Menurut Ray, kader PAN lebih setuju jika Zulkifli Hasan selaku ketua Umum PAN untuk bisa mendampingi Jokowi di Pileg 2019 mendatang dibanding mengusung Gatot sebagai calon presiden.


Disamping itu, Jokowi jika kedepannya maju dan mencari pendamping pasti memilih calon yang memiliki basis massa.

"Gatot ini hanya akan menjadi penari latar, Jokowi apabila mengandeng, dia (Gatot) tidak akan ada tambahan poin, pertama tidak ada basis massa, tidak punya dana, dan partai politik," ujar Ray dalam diskusi di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

"PAN juga tidak seserius yang dibayangkan dalam mengusung Gatot," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN, Yandri Susanto menjelaskan PAN akan menjadi poros baru dalam perhelatan Pilpres 2019.

Yandri juga menilai tawaran alternatif diluar Joko Widodo yang diajukan PAN yakni Gatot Nurmantyo. Meski begitu nama Gatot belum sepenuhnya diputuskan dalam Rakarnas PAN.

"Salah satu sumber kepemimpinan selama ini kan dari militer, dari tingkat disiplinnya, cinta tanah air, kapasitas saya kira sudah lengkap dan tidak perlu diragukan lagi, apalagi untuk mencapai panglima itu kan sungguh luar biasa tahapannya. Jadi menurut saya ukuran yang sangat objektif dan layak sebagai pimpinan nasional," kata Yandri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/7) lalu.[san]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya