Berita

Ilustrasi/net

Politik

Islam Bukan Teror

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 20:13 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

 ADA yang keliru dalam projeksi menumpas terorisme. Sekarang, Anti Terorisme terasa identik dengan Anti Islam. Dulu, Pa Harto menekuk teroris. Tapi, nggak kerasa ada spirit Anti Islam.

Mestinya, muslim dirangkul. Diajak berpartisipasi dalam "war on terror". Karena, terorisme itu bukan Islam.

Laporan FBI menyatakan 94% terrorist attacks di Amerika, antara tahun 1980-2005, dilakukan non-muslim. Di Eropa, lima tahun belakangan, ada sekitar 1000 serangan teror. Kurang dari dua persennya dilakukan muslim. Sejak tahun 1970, terjadi 140.000 serangan teroris world-wide. Seandainya, semua terrorist attacks itu dilakukan muslim, maka itu pun hanya 0.00009 percent of all Muslims.


Syahdan ada stigmatisasi masif dan keji terhadap muslim dan Islam. Bom panci, ricecooker dan bom-bom aneh lain dipaksakan menjadi Teror Islamic. "Blame Islam Crowd" (gerombolan Anti Islam) marak di seluruh dunia. Termasuk di Indonesia.

Salah satu 'Blame Islam' crowd tersohor adalah Steve Emerson. Dia mengklaim diri (self-described) sebagai “expert on terrorism”. Dia bilang, 480 juta dari 640 juta muslim "support the notion that it’s okay to bomb the World Trade Center."  

British Prime Minister David Cameron memaki Emerson sebagai “clearly a complete idiot". Pasalnya, Steve Emerson langsung ngetop setelah menyatakan Birmingham sebagai "no-go zone" bagi non muslim. Selain itu, dia sebar hoax yang bilang Polisi Syariah London memukuli siapa saja yang tidak memakai pakaian muslim.

Umumnya, para propagandis Anti Islam ini adalah aktifis NGO. Selain Anti Islam, mereka juga rasis. Misalnya Ann Corcoran, pendiri Refugee Resettlement Watch+ (RRW).

Corcoran punya link dengan "white nasionalist" macam Jared Tylor (editor American Renaissance). Bagi kedua aktifis NGO ini, black people adalah “retrograde species of humanity". Keduanya adalah strong supporter anti-Muslim ekstrimis seperti Marine Le Pen dan Geert Wilders.

Faktanya, terutama di Indonesia, muslim dan Islam bukan komunitas violence. Tapi tetap saja, para Islamophobic ini tidak mau terima. Suatu kali, Albert Einstein bercanda dengan mengatakan, “If the facts don’t fit the theory, change the facts.”

Faktanya, di Amerika, kelompok teroris lokal adalah non-muslim. Alpha 66 and Omega 7 adalah organisasi exile Cuba anti Castro. The Army of God (AOG) adalah kelompok ekstrimis Kristen yang menyerang klinik aborsi dan LGBT. The Phineas Priesthood (Phineas Priests) punya perjuangan mengembalikan identitas Kristen. Mereka menentang interracial sex, the mixing of races, homosexuality, aborsi dan menolak bayar pajak. 

Aryan Nations (AN) is a white nationalist neo-Nazi organization founded in the 1970s by Richard Girnt Butler as an arm of the Christian Identity group. Di spektrum Marxist, ada Black Liberation Army, May 19th Communist Organization dll. Yahudi punya banyak kelompok teror. Salah satunya Jewish Defense League.

Gerakan mereka ganas, brutal dan deadly. Utah Territorial Militia, Fanatical Mormon, Paiute Native Americans melancarkan aksi yang dikenal sebagai The Mountain Meadows Massacre. Aksi ini menewaskan 120 orang.

Aksi-aksi seperti Los Angeles Times Bombing, Wall Street Bombing, Burning of Black Wall Street, Oklahoma City Bombing, Wisconsin Sikh Temple Shooting dan lain sebagainya merupakan contoh agresi kelompok teror lokal yang marak di Amerika. And they are not moslems.[***]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya