Berita

Politik

Madrasah Anti Korupsi Siap Awasi Pengelolaan Dana Desa

KAMIS, 10 AGUSTUS 2017 | 14:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Besarnya dana desa yang mengalir ke pemerintahan desa disinyalir menggoda para bandit-bandit anggaran untuk mengalihkan sasaran ke dana desa.

Dana desa semakin berpotensi untuk digelapkan karena minimnya kapasitas dari perangkat desa. Belum lagi masalah keterbukaan pengelolaan dan pengetahuan masyarakat desa yang rendah tentang dana tersebut.

Jika berkaca dari kasus di Pamekasan, Jawa Timur,  pemufakatan jahat mengkorupsi dana desa justru datang aparat penegakan hukum dan kepala kejaksaan negeri setempat.


"Persoalan integritas penegak hukum lagi-lagi menjadi penyakit. Aparat penegak hukum seharusnya turut melakukan pengawasan, malah turut dalam jamaah korupsi tersebut," kata Direktur Madrasah Anti Korupsi Virgo Sulianto Gohardi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (10/8).

Melihat problem ini, sekaligus merespon keinginan pemerintah dalam mangajak partisipasi masyarakat mengawasi dana desa, maka Madrasah Anti Korupsi melalui tim-tim di daerah akan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana desa.

Dijelaskan Virgo bahwa tim itu akan berkoordinasi dengan pihak terkait di daerah untuk mendorong pengelolaan dana desa yang partisipatif, transparan dan akuntabel mulai dari perencanaan, penggunaan, hingga pelaporan.

"Selain itu, Madrasah Anti Korupsi akan meningkatkan kapasitas masyarakat desa sebagai pihak yang paling berhak menikmati  adanya dana desa tersebut untuk turut berpartisipasi dalam perencanaan dan pengawasan dana desa tersebut," urainya.

Lebih lanjut, Virgo meminta pemerintah untuk mengevaluasi pendamping desa di beberapa daerah yang tidak memiliki kecakapan dan kualifikasi dalam memfasilitasi perangkat desa dan masyarakat. Terutama berkaitan dengan peningkatan kapasitas desa dan masyarakatnya.

"Karena sebenarnya, pendamping desa adalah bagian masyarakat yang membantu memfasilitasi dan mengawasi jalannya pengelolaan dana desa tersebut. Jika problem ini masih terjadi, berarti ada kegagalan fungsi di sana," pungkasnya. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya