Berita

Akil Mochtar/Net

Hukum

Akil Akui Pilkada Ulang Buton Kesepakatan 3 Hakim Panel

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 13:58 WIB | LAPORAN:

Mantan Hakim Konstitusi (MK), Akil Mochtar kembali absen sebagai saksi di persidangan lanjutan perkara suap hakim MK dalam sengketa Pilkada Kabupaten Buton 2011 dengan terdakwa Samsu Umar Abdul Saimun.

Akil sudah empat kali dipanggil Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dimintai keterangannya terkait putusan akhir perkara MK Nomor : 91-92/PHPU.D-IX/2011 tanggal 24 Juli 2012, tentang perkara perselisihan hasil Pilkada di Kabupaten Buton.

Saat itu MK dalam putusan memenangkan Samsu Umar sebagai bupati Buton dan La Bakry sebagai wakil bupati Buton. Kemenangan Samsu dan La Bakry diduga karena uang Rp1 miliar yang diberikan Samsu kepada Akil melalui perusahaan istrinya, yakni CV Ratu Samagat.


Atas ketidakhadiran Akil, hakim ketua Ibnu Basuki Widodo memutuskan agar j
aksa membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Akil dan dikomentari oleh Samsu.

Jaksa kemudian membacakan beberapa poin dalam BAP Akil, seperti, Akil mengaku tidak mengenal Samsu Umar dalam mengajukan permohonan sengketa Pilkada Kabupaten Buton.

Terkait keputusan untuk melakukan Pilkada ulang, Akil dalam BAP menjelaskan pernah mengikuti rapat permusyawaratan hakim di MK. Dalam rapat tersebut, Akil dan hakim panel lainnya bersepakat permohonan gugan Pilkada Kabupaten Buton dikabulkan.

Meski tak mengingat waktu pelaksanaan rapat permusyawaratan, namun saat itu hakim panel yakni dirinya, Muhammad Alim dan Hamdan Zoelva. Menurut Akil dalam BAP yang dibacakan jaksa, ketiganya  bersepakat bahwa permohonan dikabulkan sebagaimana dokumen yang diajukan kepada saya sebelumnya.

"Hasil rapat permusyawaratan disampaikan dalam rapat pleno pada tahun 2011. Intinya, KPUD Buton harus melaksanakan Pilkada Ulang," ujar Jaksa saat membacakan BAP Akil.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya