Berita

@ILC_tvOnenews

Bisnis

Rizal Ramli: Pemerintah Bisa Jatuh Kalau Terjadi Instabilitas Harga Beras

RABU, 09 AGUSTUS 2017 | 01:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan, khususnya beras. Karena ketidakpastian harga bisa menjatuhkan rezim penguasa.

"Siapapun pemerintah yang berkuasa bisa jatuh kalau ada instabilitas harga beras," jelasnya saat berbicara dalam acara ILC dengan tema "Maknyuss Menuai Kasus" yang disiarkan TVOne secara live Selasa malam.

Dia pun menyoroti peran Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) sebagai lembaga pangan di Indonesia yang mengurusi tata niaga beras. Menurutnya setelah kejatuhan Orde Baru, peran Bulog semakin berkurang dengan digantikan swasta.


"Ini tentu ada risikonya terhadap pengendalian harga dan sebagainya," ungkapnya.

Lebih jauh Rizal memaparkan bahwa Bulog memiliki stok beras sekitar 2 sampai 3 juta ton. Tapi dengan stok 2-3 juta ton beras itu bisa mengendalikan harga di pasar yang secara keseluruhan berjumlah 46 juta ton.

"Kalau lihai Kepala Bulognya, dia bisa stabilisasi harga. Jadi Kepala Bulog harus beroperasi seperti Bank Indonesia mengendalikan pasar valas," bebernya.

Apalagi, dia menyesalkan, kecenderungan Bulog yang doyan impor. Padahal biasanya tidak diperlukan impor. Akibatnya stok beras di gudang Bulog berlebihan.

"Akibatnya di gudang itu, umur beras jadi lama. Itu yang busuk, sebetulnya cocok untuk peternakan dikasih ke manusia yang beras raskin. Itu yang menyebakan banyak protes. Ini bisa terjadi karena over stocking," tegasnya.

Impor dipaksakan, katanya menambahan, karena sebenarnya pejabat Bulog tersebut ingin mencari komisi. "Karena motifnya, mau cari dana lah kasarnya," tandasnya. [zul]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya