Berita

Zainut Tauhid Sa'adi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Zainut Tauhid Sa'adi: Sebaiknya Elite Politik Bermusyawarah Saja, Kalau Tak Sepakat Baru Tempuh Jalur Hukum

SELASA, 08 AGUSTUS 2017 | 09:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa’adi menjelaskan, MUI meminta kepada umat Islam menahan diri dengan beredarnya video pidato Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Victor Laiskodat di jejaring me­dia sosial. Menurut Zainut, video ini berpotensi akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Untuk itu para elit politik dari beberapa partai yang disebut dalam pi­dato Victor agar ikut juga mena­han diri. Dia menyarankan agar ditempuh jalur musyawarah, jika tidak ditemukan titik tengahnya, maka sebaiknya ditempuh jalur hukum.

Seperti yang diberitakan sebe­lumnya, Ketua Fraksi DPR Partai NasDem Victor Laiskodat memberikan pernyataan kon­troversial di acara kampanye, di kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Selasa lalu (1/8). Pada video yang beredar di media sosial itu, dike­tahui Victor sempat menyebut adanya kelompok yang hendak mendirikan negara khilafah di Indonesia. Jika Indonesia berdiri negara Islam, menurut Victor semua orang di Indonesia harus memeluk agama Islam. Victor menyebut Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN), adalah partai pendukung khilafah. Victor meminta masyarakat untuk tidak lagi mendukung partai-partai tersebut. Diujung pernyataan­nya, Victor mengajak peserta untuk membunuh mereka semua, sebelum mereka membunuhnya. Namun tidak jelas siapa yang ia maksud dengan mereka. Berikut penuturan selengkapnya dari Wakil Ketua MUI tentang video pidato dari politisi Partai Nasdem Victor Laiskodat :

Bagaimana pandangan MUI melihat pidato dari politisi par­tai NasDem Victor Laiskodat yang viral di media sosial?

Ya jadi sehubungan dengan adanya pidato dari salah seorang politisi Partai Nasdem Saudara Victor Laiskodat itu, yang dini­lai menimbulkan polemik dan berpotensi menimbulkan keg­aduhan, kita sangat mengim­bau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak terpancing untuk memberikan pernyataan yang dapat mema­naskan situasi. Mengadu domba antargolongan dan kelompok masyarakat, khususnya antaru­mat beragama di Indonesia karena dikhawatirkan dapat mengganggu harmoni kehidu­pan antarumat beragama yang sudah terbangun dengan baik, rukun, aman, dan damai.

Ya jadi sehubungan dengan adanya pidato dari salah seorang politisi Partai Nasdem Saudara Victor Laiskodat itu, yang dini­lai menimbulkan polemik dan berpotensi menimbulkan keg­aduhan, kita sangat mengim­bau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri dan tidak terpancing untuk memberikan pernyataan yang dapat mema­naskan situasi. Mengadu domba antargolongan dan kelompok masyarakat, khususnya antaru­mat beragama di Indonesia karena dikhawatirkan dapat mengganggu harmoni kehidu­pan antarumat beragama yang sudah terbangun dengan baik, rukun, aman, dan damai.

Lalu bagaimana dengan sikap para elit politik yang se­dang menempuh jalur hukum untuk melaporkan Victor?

Kita sih mengimbau kepada semua pihak khususnya para elit politik hendaknya secara bijak segera menyelesaikan masalah tersebut dengan musyawarah sa­ja. Sehingga akan mengedepank­an semangat kenegarawanan, kekeluargaa dan persaudaraan kebangsaan. Sehingga perso­alannya tidak semakin meluas dan melebar.

Lho, tapi kan sudah ada pihak parpol yang melapor­kan, bagaimana itu...
Ya kalau dalam musyawarah antar elit politik tidak dapat dicapai kata sepakat, maka MUI menganjurkan agar penyele­saian ditempuh melului jalur hukum, karena jalur hukum adalah pilihan yang terhormat dan beradab.

Untuk umat sendiri apa yang seharusnya dilakukan?
Kalau kita akan tetap mengim­bau kepada semua umat be­ragama, khususnya umat Islam untuk tidak terpengaruh dan ter­provokasi dengan hal tersebut. Seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang, mejaga keru­kunan hidup bersama, saling mengasihi dan bekerjasama da­lam merawat dan menjaga NKRI dan persatuan bangsa.

MUI sudah membahas isi pidato dari Victor di Kupang itu?
Sudah mendengarkan video tersebut dan oleh pihak Partai Nasdem sendiri kan katanya banyak yang diedit.

Apa MUI akan bertemu dengan Victor untuk memba­has masalah ini, kan masalah seperti ini sedang sangat sen­sitif di negeri ini?

MUI lebih berkepentingan menjaga umat agar tidak terjadi benturan. Karena terprovokasi dan salah paham. Semoga Allah Yang Maha Kuasa menyelamat­kan bangsa Indonesia dari berba­gai fitnah dan cobaan. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Dede Indra: Polri Serius Perangi Narkoba!

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:26

Grup Salim Guyur Rp2,25 Triliun untuk Buyback Saham, Ini Efeknya bagi LSIP, INDF, dan ICBP

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:13

Fokus Penuhi Kebutuhan Domestik, RI Mulai Rem Ekspor Gas ke Singapura

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:35

98 Resolution Network Soroti Tata Kelola SDA dan Ekonomi Kerakyatan di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:07

TRUK dan PNSE Rajai Daftar Saham Top Gainers Sepekan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:46

Harga iPhone Duo di Indonesia, Mulai Rp 45 Juta hingga Rp 75 Juta

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30

Tanpa Suara, BYD Atto 1 Seruduk Mobil dan Lindas Pengemudi Ojol

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:26

5 Gunung di Pulau Jawa Dilanda Karhutla Pekan Ini

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:23

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla lewat Website BMKG dan NASA

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:02

Mengenal Virus Shamonda yang Ditemukan pada Pasien Meninggal di Prancis

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:59

Selengkapnya