Berita

Kemenkop UKM/RMOL

Tak Mau Dimanjakan Bansos, Kemenkop UKM Lakukan Terobosan Anggaran

SENIN, 07 AGUSTUS 2017 | 18:24 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Koperasi dan UKM tidak bisa lagi dimanjakan dengan bantuan-bantuan sosial (Bansos). Saat ini bantuan pemerintah lebih diarahkan pada peningkatan kompetensi dan daya saing koperasi dan UKM.

Hal itu ditegaskan Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, I Wayan Dipta saat membuka Sinergitas Aparatur dalam Rangka Penerapan Standarisasi dan Sertifikasi di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (7/8).

“Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM sangat terbatas tapi tidak membuat kami berhenti untuk memberdayakan koperasi dan UKM, untuk itu harus melakukan terobosan. Tidak lagi zamannya pembangunan koperasi dan UKM lewat bansos. Saat ini yang lebih penting adalah penguatan dari sisi manajemen, SDM, kelembagaan, standarisasi  produk,” tegas Wayan.  


Dia menjelaskan pihaknya memiliki sejumlah program penguatan koperasi dan UKM seperti standarisasi dan sertifikasi hak cipta, merek dan halal. Wayan meminta agar UKM dapat mendaftarkan usahanya ke Kemenkop UKM untuk mendapatkan fasilitas tersebut.

"Targetnya produk UKM memenuhi standar pasar dan produk UKM juga terlindungi hak ciptanya," tambah Wayan.

Disamping itu, Wayan menejelaskan ada fasilitasi terhadap pengembangan koperasi wisata serta mendukung UKM melalui pameran di luar negeri. Bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana tersebut dilakukan sangat selektif dan dipantau serta dievaluasi sehingga diketahui dampak program bagi koperasi dan UKM.

Program itu harus berdampak terhadap  peningkatan jumlah dan kualitas produksi, peningkatan pemasaran, perbaikan SDM dan manajemen.  Wayan menyebutkan salah satu bantuan yang dampaknya sangat besar antara lain pada pengembangan koperasi wisata.
“Salah satunya Koperasi Angkutan Laut Karya Bahari di Lombok Utara dari satu unit kapal bantuan dari Kemenkop kini sudah menjadi lima unit kapal,” kata Wayan.

Sejumlah koperasi di Desa Wisata mendapat bantuan penguatan dan pendampingan terdapat di Batur, Gianyar, Kebumen, Lombok, Sabang, Magelang dan Kalimantan Tengah.
Contoh lainnya, KSU Puncak Ngengas, Sumbawa yang mendapat bantuan PLTMH dengan kapasitas 40 Kw saat ini telah melistriki 379 KK dan usaha produktif berupa pengolahan kopi.

Wayan menekankan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus dibangun untuk   keberhasilan pembangunan koperasi dan UKM. Tidak bisa hanya mengandalkan pusat dan kemudian diklaim oleh daerah namun daerah  juga bertanggung jawab terhadap pembangunan koperasi dan UKM.  

Sekretaris Dinas Koperasi Provinsi NTB M. Imron mengakui bantuan Kemenkop UKM selama ini mampu menggerakkan koperasi dan UKM di NTB. Untuk dia mendukung sinergi program koperasi dan UKM agar terjadi percepatan pertumbuhan koperasi dan UKM di daerahnya.  Dia mengatakan koperasi dan UKM merupakan lembaga perekonomian yang diharapkan mampu mengatasi kesenjangan kemiskinan.

Imron mengatakan NTB sangat berharap sinergi ini berjalan agar program pusat dan daerah terarah dan tepat sasaran.

Hal itu dapat dilakukan dengan mengkaji ulang program untuk melihat jika terjadi tumpang tindih program antar pusat dan daerah, mengidentifikasi potensi UKM, dan membangun kerangka bersama sehingga lebih mempercepat pengembangan koperasi dan UKM. [san]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya