Berita

Dato Pangeran Husni Thamrin/Dok

Nusantara

Resmi, Husni Tamrin Didaulat Jadi Ketua Al-Wasliyah Palembang

MINGGU, 06 AGUSTUS 2017 | 07:28 WIB | LAPORAN:

Tokoh agama yang juga aktif dalam gerakan pendidikan dan kebudayaan di Sumatera Selatan, Dato Pangeran Husni Thamrin akhirnya resmi memimpin Jamiatul Washliyah Palembang setelah dilantik, Sabtu (5/8) kemarin oleh pimpinan wilaya, H. Amran Arifin.

Pimpinan Yayasan Malaya yang memiliki keahlian dalam dunia psikologi dan juga menyandang gelar master hukum dan doktoral ini kerap menghidupkan kegiatan melayu-sriwijaya yang bernafaskan Islam. Di antaranya sambut tuah bulan ramadhan, pesantren melayu dan menjadi inisiator terbentuknya Multiversitas di kawasan budaya di Indonesia.

Program Husni ini mendapat apresiasi dari pemerintah, diantaranya adalah dari Megawati Soekarnoputri pada peringatan Hari Aksara, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dalam program anak korban asap (karhutla), Jenderal (Purn) TNI Luhut Panjaitan saat menjadi menkopolhukam, dalam peringatan "Hari Bumi" bersama Sekretaris Menteri Pariwisata, Ukus Kuswara.


Menurut budayawan Taufik Rahzen, Husni Tamrin adalah "Solidarity Maker" dalam pengabdiannya di kemanusiaan yang telah melintasi identitas lokal.

"Saya menyaksikan kiprah Husni tidak saja di kawasan melayu, tapi sampai ke Tiongkok, India dan Benua Eropa," tutur Taufik.

Walaupun merupakan bangsawan utama dari keraton Palembang, tambah Taufik, dalam keseharian Husni lebih mirip dengan figur seorang guru.

"Seakan menyaksikan, seorang HOS Tjokroaminoto dalam tubuh bangsawan melayu." ujar penulis almanak Indonesia ini.

Sebagai informasi, Al Washliyah merupakan organisasi masyarakat Islam yang berdiri 30 November 1930 di Kota Medan, Sumatera Utara. Ormas Islam ini memiliki 1036 lembaga pendidikan, 14 panti yatim piatu dan sembilan universitas di seluruh Indonesia.

Lebih detail Husni Thamrin menjelaskan, berdirinya Aljamiatul Washliyah bertujuan mengajak seluruh warga untuk lebih menjaga aqidah dan akhlaq mulai dari anak-anak kecil pada tingkat sekolah yang paling bawah sampai dewasa.
Disamping untuk menjaga silaturahim semua golongan  dan lapisan masyarakat, membangun dakwah melalui lembaga pendidikan berlandaskan agama Islam, melakukan kegiatan amal sosial dengan memberi santunan kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan.

Kemudian juga bertujuan mengajak masyarakat dan pemerintah lebih banyak menghidupkan majelis-majelis pengajian di masjid-masjid di kota Palembang.

"Sebagaimana ormas Islam lainnya seperti NU, Muhammadiyah, Persis yaitu berpaham ahki sunah wal jamaah dan bermazhab Imam Syafei," urainya.

Diharapkan Al Washliyah bisa menjadi alternatif bagi umat dalam memilih kendaraan untuk berdakwah juga benteng dari serangan dan berkembangnya paham radikalisme yang sedang marak tumbuh akhir-akhir ini.

:Paham radikal tersebut sudah masuk di sekolah sekolah. Sangat berpotensi memecah belah Islam dan negara. Sehingga fokus Semua Gerakan al  washliyah adalah untuk  pendidikan, dakwah dan sosial. Semua untuk kemaslahatan umat dan negara," terang Husni Thamrin.[wid]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya